SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal janji kepala daerah terkait pembangunan rumah betang.
Salah satunya yang akan diwujudkan yakni di jalan lingkar selatan Sampit.
Menurutnya, pembangunan rumah betang bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian kearifan lokal sekaligus pengembangan sektor pariwisata daerah.
”Ini merupakan salah satu janji Pak Bupati. Rumah betang itu akan menjadi simbol dan cerminan rumah semua, rumah bersama. Ini wujud nyata keinginan beliau untuk merawat budaya sekaligus menjadikannya sebagai destinasi wisata,” tegas Dadang.
Namun, ia mengkritisi tidak sinkronnya janji kepala daerah dengan realisasi anggaran yang diberikan kepada OPD terkait, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
”Jangan sampai seperti tahun ini. Tidak ada kegiatan sama sekali di Dinas Pariwisata karena nihilnya anggaran. Bahkan, acara Isen Mulang pun hanya digelar dengan dana seadanya,” ujarnya.
Menurut Dadang, pembangunan rumah betang dan kegiatan kebudayaan lainnya harus didukung penuh dengan alokasi anggaran yang ideal.
Anggaran OPD terkait harus tegak lurus dengan janji politik kepala daerah, agar tidak terkesan hanya sekadar retorika tanpa aksi.
”Kalau memang pariwisata ini mau dikembangkan, jangan cuma jadi omongan. Harus ada bukti nyata lewat sebaran anggaran yang jelas. Dan kami di Komisi III siap memperjuangkan itu di pembahasan APBD perubahan,” ujarnya.
Selain itu, Dadang juga menyinggung soal nasib kapal wisata yang sempat karam beberapa waktu lalu.
Hingga kini, kapal itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Bahkan, informasi terakhir kapal tersebut akan dilelang.
”Kalau kapal itu dihapus dari aset, lalu gantinya apa? Padahal kapal wisata ini adalah bagian penting dari citra pariwisata kita, hampir setara dengan ikon patung ikan jelawat. Jadi, kami akan pertanyakan ini dalam rapat berikutnya,” katanya. (ang/ign)
Editor : Gunawan.