Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sungai di Parenggean Tak Mampu Tahan Luapan Air, Perkebunan Diminta Normalisasi Sungai Atasi Banjir

Heny Pusnita • Jumat, 5 September 2025 | 09:28 WIB
SUDAH SURUT: Banjir yang merendam akses jalan di Desa Beringin Tunggal Jaya, Parenggean.
SUDAH SURUT: Banjir yang merendam akses jalan di Desa Beringin Tunggal Jaya, Parenggean.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tingginya curah hujan membuat Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean, Kotim, dilaporkan terendam banjir, Rabu (3/9). Sejumlah rumah warga terdampak bencana tersebut.

Banjir disebabkan hujan yang turun sekitar pukul 03.00 WIB dan berlangsung sekitar empat jam.

Mengakibatkan jalan poros menuju Desa Barunang Miri ke desa sekitar dan ke Ibu Kota Kecamatan Parenggean sepanjang 200-300 meter terendam dengan kedalaman 80-30 cm.

Sebanyak 18 rumah atau sekitar 60 jiwa terdampak dengan kedalaman air 120-150 cm.

Namun, genangan banjir yang menutup poros jalan sepanjang 500 meter dikabarkan surut sekitar pukul 09.00 WIB dan kembali lancar.

”Banjir di wilayah Desa Beringin Tunggal Jaya sudah surut dan jalan bisa dilewati pengendara. Namun, warga kami imbau tetap waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di Parenggean," kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Kamis (4/9).

Multazam menuturkan, indikasi penyebab lain banjir dikarenakan sungai di bagian hulu wilayah perkebunan yang tak mampu menampung luapan air

”Tidak seimbangnya daya tampung sungai bagian hulu dan hilir, sehingga adanya hambatan mengalirkan air hujan. Peristiwa ini belum pernah terjadi, karena wilayah ini berada di wilayah berbukit," ujarnya.

Sebagai upaya mengatasi banjir, Pemerintah Kecamatan Parenggean akan berkomunikasi dengan perusahaan perkebunan agar dapat membantu normalisasi Sungai Bantanan sepanjang satu kilometer.

”Kami berkoordinasi dengan lintas sektor kecamatan dan desa agar dapat segera melakukan perencanaan peningkatan jembatan di jalan poros desa dengan bentang kurang lebih delapan meter. Karena saat ini jembatan masih kayu dan kurang lebih tiga tahun yang lalu pernah terputus," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#banjir #sungai #parenggean #perkebunan