PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Peredaran narkotika di Kalimantan Tengah kian memprihatinkan.
Hampir tak ada kabupaten maupun kecamatan yang benar-benar bersih dari peredaran barang haram tersebut.
Tiga kabupaten dikategorikan sebagai zona merah jaringan narkoba, baik jenis sabu maupun ekstasi. Wilayah itu, yakni Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kapuas.
Plt Kepala BNN Provinsi Kalteng Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid menegaskan, masyarakat harus memiliki ketahanan diri dalam menghadapi bahaya narkoba. Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalteng yang telah mengalokasikan dana hibah untuk pencegahan dan pemberantasan narkotika.
”Zona merah saat ini berada di Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kapuas. Peredaran narkoba di tiga wilayah itu sangat tinggi, terutama di kawasan pertambangan dan perkebunan sawit. Pasarnya luar biasa besar, khususnya sabu. Kondisi ini mengerikan, tapi kami tidak akan gentar. Penindakan terus berjalan seiring dengan edukasi masyarakat,” tegas Ruslan, Selasa (2/9).
BNNP Kalteng juga intens berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah rawan tersebut. Menurut Ruslan, jumlah narkoba yang beredar sangat besar.
”Perputaran sabu di tiga kabupaten itu bisa mencapai 5 hingga 10 kilogram. Angka itu menunjukkan betapa seriusnya ancaman narkoba di Kalteng,” ungkapnya.
Saat ditanya terkait keberadaan bandar besar, Ruslan tidak menampik.
”Sudah ada indikasi dan identifikasi, karena itu penyelidikan terus kami lakukan untuk membongkar jaringan tersebut,” ujarnya.
Selain upaya penindakan, BNNP juga memperkuat pencegahan di tingkat desa dan kelurahan.
”Pertahanan utama adalah keluarga. Jika keluarga kuat, maka anak-anak kita bisa terhindar dari bahaya narkoba. Itu yang selalu kami tekankan kepada masyarakat,” tambah Ruslan.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran kembali menegaskan komitmennya memberantas narkoba.
”Kapolda sering mengingatkan hal yang sama, begitu pula BNN. Kalau perlu, hukum adat atau sanksi sosial diterapkan, misalnya dengan menyebarkan foto para bandar di desa-desa sebagai peringatan,” tegasnya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.