SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Misteri hilangnya anggota Satintelkam Polres Kotim Bripda Muhammad Fadel menjadi perhatian besar publik di Kotim.
Sebab, yang bersangkutan tercatat sebagai anggota Polres Kotim aktif. Karena itu, langkah utama yang harus dilakukan Polres Kotim dan Polda Kalimantan Tengah, segera menemukan Bripda Fadel.
”Saya melihat opini dan asumsi liar berkembang dengan hilangnya anggota intel Polres Kotim. Untuk menjawab semua itu adalah segera temukan yang bersangkutan,” kata Tasrifinnor, Dosen STIH Habaring Hurung Sampit, Jumat (29/8).
Menurut Tasrifin, hilangnya Bripda Fadel yang sudah memasuki hari ke-9 menimbulkan tanda tanya publik.
Sebab, sepekan merupakan waktu yang cukup lama. Harusnya dengan sumber daya yang dimiliki Polri, serta jejaring di semua daerah, bukan perkara sulit menemukannya.
”Teroris saja bisa ditemukan dan saya rasa jika Bripda MF ini masih ada di Indonesia, akan mudah ditemukan, karena Polri memiliki kewenangan mengakses lini-lini yang berkaitan dengan kegiatan seseorang,” kata Tasrifinnor.
Menurutnya, di tengah tensi tinggi yang berkaitan dengan Polri saat ini, sudah seharusnya segala persoalan diungkap lebih cepat dan maksimal.
”Kenapa sampai asumsi liar keberadaan Bripda MF ini muncul? Karena saking lamanya publik menunggu sampai sembilan hari. Saya kira asumsi liar ini sangat merugikan Polri sendiri,” katanya.
Tasrifinnor juga menyarankan pihak keluarga untuk selalu menanyakan perkembangan, baik di Pores Kotim hingga Polda Kalteng.
”Karena mereka adalah keluarga, jadi berhak mengetahui hasil pencarian polisi,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga Bripda Fadel, Fenti Indriyani mengatakan, belum ada perkembangan informasi keberadaan adiknya.
Bahkan, informasi polisi sebelumnya yang menyebutkan Fadel terdeteksi ke Makassar ternyata juga tidak valid. (ang/ign)
Editor : Gunawan.