KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan memfasilitasi rapat koordinasi (rakor) mengenai pengelolaan Rumah Betang Toyoi sebagai salah satu cagar budaya dan destinasi wisata di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Tumbang Malahoi beserta perangkat desa, badan permusyawaratan Desa (BPD), kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa, perwakilan ahli waris, serta perwakilan dari dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).
”Kegiatan ini merupakan langkah awal menyatukan visi bersama dalam melestarikan dan kembangkan Rumah Betang Toyoi, yang telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Kabupaten Gumas," ucap Kepala Desa Tumbang Malahoi Iseskar, Minggu (24/8).
Dalam rapat tersebut, lanjut dia, masih belum dapat hasilkan kesepakatan final. Pasalnya, dari pihak ahli waris perlu melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu untuk menyatukan pendapat.
”Dari pihak ahli waris juga berencana membentuk wadah atau organisasi resmi sebagai representasi keluarga," ujarnya.
Dia juga berharap setelah ahli waris menyelesaikan musyawarah internal, maka akan dapat terlaksana pertemuan lanjutan, dengan agenda pengembangan Betang Toyoi sebagai destinasi wisata budaya.
”Kami tetap menghormati keputusan ahli waris dan tetap berkomitmen mendukung proses pelestarian Rumah Betang Toyoi," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gumas Hansli Gonak meminta pemerintah desa setempat agar terus bersinergi dengan masyarakat dan para ahli waris, dalam upaya menjaga warisan budaya.
”Semua pihak terkait harus saling bersinergi, agar seluruh warisan budaya di Kabupaten Gumas bisa terus terjaga dan lestari," katanya. (arm/ign)
Editor : Gunawan.