Radarsampit.jawapos.com - Polisi mengungkap fakta baru kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, 37, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih.
Korban diketahui diculik pada Rabu (20/8) di Ciracas, Jakarta Timur.
Adapun jasadnya ditemukan keesokan harinya di Serang Baru, Bekasi, dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mata dilakban.
Yang cukup mengherankan, salah satu pelaku adalah debt collector. Sementara korbannya adalah kepala KCP bank. Apa keterkaitan antara korban-pelaku? Ini fakta-faktanya.
1. Salah Satu Pelaku Ternyata Debt Collector
Salah satu tersangka, EW alias Eras, 28, sehari-hari bekerja sebagai debt collector di Jakarta.
Ia ditangkap polisi saat berusaha kabur ke kampung halamannya di Manggarai Timur, NTT, melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo.
EW kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa Polda Metro Jaya. Selain EW, tiga pelaku lain berinisial AT, RS, dan RAH lebih dulu diamankan di Jakarta Pusat.
2. Mengapa Debt Collector Terlibat?
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif para pelaku. Namun, dugaan kuat keterlibatan debt collector terkait dengan persoalan keuangan dan kredit bermasalah.
Debt collector kerap berhubungan dengan bank, baik langsung maupun melalui perusahaan pembiayaan rekanan bank.
Konflik bisa muncul bila ada perselisihan dalam penagihan utang, pemotongan pinjaman, atau sengketa bisnis lain yang melibatkan pihak bank.
Dalam kasus ini, polisi masih mendalami apakah EW beraksi karena urusan pribadi dengan korban, atau ada pihak lain yang mengatur penculikan tersebut.
Baca Juga: Inilah Dugaan Motif Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang BRI
3. Kronologi Penculikan
Korban diculik di parkiran pusat perbelanjaan Ciracas, Jakarta Timur. CCTV merekam korban dipaksa masuk ke mobil putih oleh para pelaku.
Mobil pelaku sengaja diparkir tepat di sebelah mobil korban. Situasi saat itu sepi karena hujan rintik-rintik.
4. Jenazah Ditemukan di Sawah Bekasi
Esok paginya, Kamis (21/8), warga menemukan jenazah korban di area persawahan Kampung Karangsambung, Bekasi.
Kondisinya terikat dan dibuang di tempat sepi.
5. Hasil Autopsi Penyebab Kematian Korban
RS Polri Kramat Jati menyatakan korban meninggal akibat kekurangan oksigen.
Ada tekanan di tulang leher dan dada, membuat korban sulit bernapas. Ditemukan juga luka-luka akibat kekerasan benda tumpul.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan detail penyebab kematian.
Fakta bahwa salah satu pelaku bekerja sebagai debt collector membuka kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas atas motif kasus keji ini.
Namun, hingga kini, polisi belum memastikan apakah penculikan dan pembunuhan itu berhubungan langsung dengan profesi atau hanya motif pribadi pelaku-korban. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko