PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menginstruksikan seluruh instansi di wilayahnya untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari.
Hal ini sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan atas wafatnya Pangeran Muasjidinsyah Bin Pangeran Ratu Alamsyah, Sultan Kotawaringin XIV.
Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah melalui surat edarannya menyampaikan, pengibaran bendera setengah tiang dilakukan mulai 19 Agustus 2025 hingga 21 Agustus 2025.
Baca Juga: BRIN Digitalisasi Manuskrip Bersejarah Kesultanan Kutaringin
“Sehubungan dengan wafatnya Pangeran Muasjidinsyah Bin Pangeran Ratu Alamsyah pada 18 Agustus 2025 di RSUD Sultan Imanuddin, maka sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan kepada beliau, agar seluruh instansi mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang,” demikian bunyi surat edaran tersebut.
Pangeran Muasjidinsyah wafat pada Senin (18/8/2025) pukul 13.50 WIB di RSUD Sultan Imanuddin karena sakit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kesultanan Kotawaringin serta masyarakat Kobar.
Seperti diketahui bahwa kabar duka menyelimuti keluarga besar Kesultanan Kotawaringin di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Pangeran Muasjidinsyah bin almarhum Yang Mulia Sri Paduka Pangeran Ratu Alamsyah Sultan Kotawaringin XIV wafat pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 13.50 WIB di Rumah Sakit Imanuddin, Pangkalan Bun, setelah sempat menjalani perawatan karena sakit.
Kabar duka ini disampaikan oleh Gusti Achmad Noor Selamat selaku juru bicara Sultan Kotawaringin XV.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah pamanda kami tercinta Pangeran Muasjidinsyah bin Alm YM SP Pangeran Ratu Alamsyah Sultan Kotawaringin XIV,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu keputusan terkait waktu pemakaman, apakah akan dilaksanakan pada hari ini atau besok.
“Atas nama keluarga besar, kami memohon doa agar almarhum diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di surga Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah,” tambah Gusti Achmad Noor Selamat.
Kabar duka ini turut mengundang simpati dan doa dari masyarakat, terutama keluarga besar Kesultanan Kotawaringin. (sla)
Editor : Slamet Harmoko