Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hari Konservasi Alam Nasional, BKSDA: Merusak Alam Sama dengan Menghancurkan Masa Depan

Usay Nor Rahmad • Minggu, 10 Agustus 2025 | 15:55 WIB
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengajarkan kepada salah seorang anak menanam pohon sebagai salah satu upaya menjaga konservasi. (Dok. BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit)
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengajarkan kepada salah seorang anak menanam pohon sebagai salah satu upaya menjaga konservasi. (Dok. BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10
Agustus 2025, Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengingatkan keras bahwa merusak alam berarti menghancurkan masa depan manusia itu sendiri.

Ia menyoroti masih adanya pandangan keliru di tengah masyarakat, bahkan di kalangan pejabat, yang menilai konservasi tidak penting, tidak menghasilkan, dan justru menghambat pembangunan.

“Padahal konservasi itu sangat penting untuk kehidupan. Makna dasarnya adalah dimanfaatkan, tapi harus berkelanjutan. Artinya, hutan, laut, sungai, danau, dan segala isinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, tapi tetap mengutamakan kelestarian,” tegasnya, Minggu (10/8/2025).

Muriansyah menekankan, seluruh ciptaan Tuhan termasuk satwa liar memiliki peran dan manfaat bagi keseimbangan hidup.

Ketika satu unsur alam hilang, dampaknya bisa langsung dirasakan manusia.

“Andaikata kita tahu semua manfaat ciptaan Tuhan, tentu kita akan menjaga kelestariannya, bukan merusak apalagi membinasakannya,” ujarnya.

Ia mencontohkan peristiwa di Pulau Jawa, ketika ular diburu secara massal.

Akibatnya, populasi tikus di persawahan meroket tanpa kendali, sehingga banyak petani gagal panen. (*)

“Rantai makanannya terputus. Kalau satu komponen hilang, dampaknya bisa besar bagi manusia,” jelasnya.

Menurutnya, konservasi tidak boleh dipandang sebagai penghalang pembangunan. Sebaliknya, pembangunan yang berkelanjutan justru harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

“Hari Konservasi Alam Nasional ini seharusnya menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua, bahwa pembangunan dan konservasi bisa berjalan berdampingan. Kuncinya adalah pemanfaatan yang bijak dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#hari lingkungan hidup