SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Upaya Pemkab Kotim menata Pasar Keramat membuahkan hasil. Meski diwarnai emosi saat penertiban pekan lalu, sejumlah pedagang akhirnya ikut mendukung penataan.
Pemerintah pun siap memfasilitasi pedagang untuk mengais rejeki di tempat yang disediakan.
Dukungan pedagang tercermin saat petugas kembali turun ke lokasi melakukan pembersihan.
Aparatur pemerintah yang datang disambut baik. Bahkan, beberapa pedagang turut membantu proses pembersihan sisa bangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pasar tersebut, Selasa (5/8).
”Kegiatan hari ini bukan penertiban, tapi gotong royong membersihkan sisa-sisa bangunan yang tidak terpakai,” kata Watmin, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kotim.
Suasana kemarin jelas berbeda dengan saat penertiban yang diwarnai ketegangan. Sejumlah pedagang menolak keras, bahkan ada yang bersikeras tetap berjualan di lokasi yang dilarang.
Protes keras pedagang tak serta-merta langsung dilawan petugas di lapangan. Sebaliknya, penertiban justru dikendurkan, memberi ruang pada pedagang untuk membongkar sendiri lapaknya. Sampai akhirnya petugas dan pedagang bahu-membahu.
Menurut Watmin, pembersihan merupakan tindak lanjut penertiban sebelumnya. Banyak bongkaran lapak yang tersisa dan belum dibersihkan, sehingga diperlukan aksi gotong royong untuk mengangkut sampah dan material bekas bangunan. Terutama yang berada di bahu jalan dan trotoar pasar.
Watmin mengapresiasi sikap kooperatif pedagang yang mulai menyadari pentingnya menaati aturan berjualan.
”Alhamdulillah, mereka sadar dan memahami bahwa berjualan di atas trotoar atau badan jalan adalah pelanggaran. Terbukti, sebagian lapak dibongkar sendiri oleh pemiliknya, sisanya dibongkar oleh tim gabungan,” ucapnya.
Dia menuturkan, kegiatan itu melibatkan tim lintas instansi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penataan kawasan pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
”Alhamdulillah, hari ini tidak ada perlawanan. Semua pihak mendukung dan menyambut baik kegiatan ini,” ujar Watmin.
Lebih lanjut Watmin mengatakan, Satpol PP akan terus memantau secara rutin untuk memastikan pedagang tidak kembali menempati lokasi terlarang.
Patroli akan digiatkan. Jika ditemukan pelanggaran, penertiban akan kembali dilakukan.
”Kami akan evaluasi sejauh mana aktivitas PKL pascapembersihan. Kalau masih ada yang melanggar, tentu akan kami tertibkan kembali sebagai bentuk konsistensi dalam penegakan aturan,” tegasnya. (yn/hgn/ign)
Editor : Gunawan.