Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada, Pasien DBD Meningkat di Kota Nanga Bulik

Ria Mekar Anggreany • Senin, 28 Juli 2025 | 21:20 WIB
ilustrasi-nyamuk DBD
ilustrasi-nyamuk DBD

NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com- Dalam dua bulan terakhir, pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamandau mengalami peningkatan. Direktur RSUD Lamandau dr Mardoni saat dikonfirmasi membenarkan, dalam bulan ini saja sudah ada 6 pasien DBD yang mereka rawat.

"Pasien DBD ada 5 orang dari Kecamatan Bulik, dan satu dari Sukamara,”ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau Rosmawati melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2M) dr Pippy Yulianti juga menyatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan ke seluruh puskesmas setempat, untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan DBD.

"Memang benar, perkembangan kejadian DBD mengalami peningkatan trend penyakit dalam 2 minggu terakhir, khususnya wilayah Puskesmas  Bulik,"ujarnya.

Untuk itu lanjut Pippy, setiap puskesmas diminta untuk melakukan Pemeriksaan Epidemiologi (PE) di lingkungan pemukiman masyarakat. Disertai pemeriksaan jentik nyamuk, peningkatan promosi kesehatan dan KIE (komunikasi risiko), advokasi pada pemerintahan desa tentang kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk /PSN, serta kesiapan dan distribusi abate.

 "Mengingat peningkatan kasus pada pertengahan 2023 sampai dengan awal 2024 peningkatan juga terjadi saat curah hujan menurun. Saat ini memasuki musim kemarau, sehingga kembali terjadi peningkatan kasus,” terangnya.

Pippy mengungkapkan, wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Bulik, Sematu Jaya, Bulik Timur dan Mentobi Raya. Meskipun saat ini peningkatan sementara baru  terjadi di wilayah Nanga Bulik.

"Untuk penanganan pasien kita  sesuai kondisi, kalau memang perlu dirujuk pasti langsung dirujuk ke RSUD Lamandau. Dari data yang ada, sejak bulan April sudah ada 7 kasus, Mei 7 kasus, Juni 9 kasus dan hingga 24  Juli kemarin juga sudah 6 kasus. Dengan penderita rata-rata orang dewasa, ada juga yang anak-anak,”bebernya.

Meskipun kasus meningkat, namun pihaknya belum melakukan upaya fogging. Sebab fogging dinilai kurang efektif. "Fogging kami minimalisir. Jadi masyarakat dihimbau untuk lakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk karena lebih efektif daripada fogging, " pungkas Pippy.

Ia menambahkan, PSN dilakukan dengan cara menghilangkan atau membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk, serta mencegah gigitan nyamuk.(mex/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#pasien DBD #nanga bulik #Kabupaten Lamandau