Radarsampit.jawapos.com – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, spanduk, baliho, dan unggahan media sosial mulai ramai menampilkan ucapan “HUT RI ke-80”.
Tapi tahukah kamu, penulisan itu ternyata tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia?
Ahli bahasa dari Balai Bahasa Jakarta, Dwi Wahyono, menegaskan bahwa bentuk yang benar adalah “HUT ke-80 RI”, bukan sebaliknya.
Kenapa Bukan "HUT RI ke-80"?
“HUT” merupakan singkatan dari “Hari Ulang Tahun”. Angka 80 merujuk pada jumlah tahun yang dirayakan, sedangkan "RI" adalah subjek yang sedang merayakan ulang tahun. Maka secara struktur, frasa yang tepat adalah “Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia”, disingkat menjadi HUT ke-80 RI.
Jika menulis “HUT RI ke-80”, kalimatnya jadi rancu. Seolah-olah yang ke-80 adalah Republik Indonesia, bukan hari ulang tahunnya.
Kesalahan Umum dan Koreksinya
Penulisan seperti “HUT RI ke-80” memang sering dipakai karena lebih populer di masyarakat. Tapi secara tata bahasa, hal itu tidak tepat.
Bentuk penulisan lain yang sering salah, misalnya:
• “Dirgahayu HUT RI ke-80” sebaiknya cukup tulis “HUT ke-80 RI” atau “Dirgahayu Republik Indonesia”.
Kenapa Ini Penting?
Menurut Dwi, penulisan yang benar menunjukkan kecermatan dan rasa hormat terhadap peristiwa nasional. Terlebih jika digunakan secara resmi oleh institusi pemerintahan, media, atau sekolah.
“Bahasa adalah cermin berpikir. Penulisan yang rapi dan sesuai aturan mencerminkan kedewasaan berbahasa,” ujarnya.
Contoh Penulisan yang Benar
Beberapa contoh penulisan yang sesuai kaidah antara lain:
- HUT ke-77 TNI
- HUT ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah
- HUT ke-80 RI
Saat memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, penulisan yang tepat adalah HUT ke-80 RI. Bukan hanya sekadar soal gaya, ini juga soal ketepatan berbahasa.
Jadi, sebelum mencetak spanduk atau mengunggah desain ucapan 17 Agustus, pastikan penulisannya sudah benar, ya.
Referensi:
KBBI, PUEBI, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, dan wawancara bersama Dwi Wahyono Balai Bahasa DKI Jakarta. (*)