NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com - Warga Kota Nanga Bulik, Lamandau digegerkan dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Bukit Hibul Timur, Kamis (17/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pasalnya, foto dan video korban yang dalam kondisi bersimbah darah di bagian kepala berseliweran di media sosial (medsos).
Kasat Lantas Polres Lamandau, AKP Susanto mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban kecelakaan ke media sosial. Selain mengganggu, pelaku penyebar bisa dikenakan pidana.
Ia mengungkapkan bahwa benar telah terjadi kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan depan cafe Level UP tersebut. Korbannya merupakan seorang pelajar kelas X SMK di kota Nanga Bulik, berinisial KT (16).
"Kami masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi. Cukup sulit mencari orang yang mau menjadi saksi," kata Susanto.
Menurutnya, saksi yang ada hanya menerangkan bahwa kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kota menuju arah perkantoran. Kemudian pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan yang dinaikinya saat mepet dengan plangson, hingga oleng dan terjatuh.
Sesaat setelah kejadian, warga langsung berkerumun menyaksikan korban yang telah bersimbah darah di bagian kepala. Warga sekitar kemudian menutup korban dengan kardus, lalu melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.
Korban yang diketahui berasal dari Desa Ajang, Kecamatan Oermata Kecubung, Kabupaten Sukamara ini meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban telah dibawa ke RSUD Lamandau, dan anggota di lapangan juga sudah melakukan olah TKP, korban masih di bawah umur," tuturnya.
Diakuinya, kejadian ini cukup membuat miris, sebab ditangah Operasi Patuh Telabang yang berlangsung sejak tanggal 14-28 juli 2025 justru terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Padahal pihaknya telah melakukan edukasi kepada masyarakat hingga sekolah-sekolah agar tertib berlalu lintas.
" Jangan memberikan anak di bawah umur kendaraan bermotor, inilah salah satu yang perlu kita waspadai dan perlu jadi pelajaran untuk semua, baik orangtua maupun anak. Jika belum cukup umur, sebaiknya di antar jemput," imbuhnya.
Ia mengimbau agar pengendara dapat saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan. Mengutamakan keselamatan saat berkendara, melengkapi diri dan kendaraan dengan perlengkapan keselamatan.
"Jadikan keselamatan di jalan sebagai kebutuhan bersama," tandasnya. (mex/fm)
Editor : Farid Mahliyannor