radarsampit.jawapos.com- Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (16/7) petang.Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu mengeluarkan letusan setinggi 800 meter hingga 1,2 kilometer di atas puncak (Mahameru).
Dikutip dari ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 17.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih sekitar 800 meter di atas puncak,” ujarnya.
Yadi melanjutkan, erupsi tersebut juga menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 140 detik.
Menurutnya, Gunung Semeru sebelumnya mengalami erupsi pada pukul 06.13 WIB tetapi visual letusan tidak teramati.Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.
Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Rabu (16/7), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.
Melihat hal itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Masyarakat pun dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” tegas Yadi.
PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.Selain itu masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Diketahui, Gunung Semeru adalah salah satu dari lebih dari 100 gunung berapi aktif di Indonesia. Puncak Gunung Semeru disebut Mahameru, yang memiliki ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini membuat Gunung Semeru menyandang predikat puncak tertinggi di Pulau Jawa.
Sementara itu, letusan besar terbaru Gunung Semeru yang berdampak yakni pada 4 Desember 2021. Menimbulkan korban jiwa 51 orang tewas, 169 orang terluka, dan 22 orang hilang. Selain itu 45 orang mengalami luka bakar karena letusan tersebut.
Selain itu kerusakan infrastruktur berupa Jembatan Gladak Perak, jembatan penghubung jalur selatan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang terputus akibat diterjang lahar dingin letusan Gunung Semeru.
Aliran piroklastik dan lahar juga merusak sedikitnya 5.205 rumah dan beberapa bangunan umum.(nov/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama