Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Taman Kota Sampit Dikepung Rombong PKL, Satpol PP Janji Bersih-Bersih: Terlambatkah?

Usay Nor Rahmad • Minggu, 13 Juli 2025 | 12:55 WIB

Rombong PKL yang di muara Jalan Pemuda sekitar Taman Kota Sampit yang dibiarkan berjejer hingga siang hari. (Usay Nor Rahmad for Radar Sampit)
Rombong PKL yang di muara Jalan Pemuda sekitar Taman Kota Sampit yang dibiarkan berjejer hingga siang hari. (Usay Nor Rahmad for Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kotawaringin Timur menanggapi kondisi kawasan Taman Kota Sampit, yang semrawut oleh rombong atau gerobak pedagagang kaki lima (PKL).

Satpol PP berjanji akan menertibkannya dalam waktu dekat.

“Kami sudah koordinasi dan dalam waktu dekat akan menurunkan tim untuk membersihkan dan menertibkan area tersebut,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kotim Sugeng Riyanto.

Untuk diketahui,warga mengeluhkan keberadaan rombong PKL terutama di muara Jalan Pemuda, dikeluhkan warga.

Puluhan rombong tampak dibiarkan begitu saja meski hari sudah beranjak siang. Keberadaan rombong tersebut menciptakan kesan kumuh dan semrawut, mengganggu estetika ruang publik.

Pantauan Radar Sampit, Minggi pagi (13/7/2025), sejumlah rombong masih tampak menumpuk di pinggir taman.

Sebagian ditutup terpal lusuh dan terlihat tidak terurus. Padahal sesuai aturan, kawasan tersebut seharusnya steril dari aktivitas PKL pada pagi hingga siang hari.

“Kalau malam dipakai jualan enggak masalah. Tapi ini sudah siang, rombongnya masih berantakan di mana-mana. Kesannya jadi kumuh,” keluh Roni, warga yang rutin berolahraga di sekitar taman.

Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan lebih dari sebulan terakhir. Menurutnya, aturan tentang jam operasional PKL tidak berjalan efektif di lapangan.

“Aturannya sore sampai malam. Setelah itu rombong harus dibereskan. Tapi ini seperti dibiarkan saja,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari pengunjung lain, terutama yang datang bersama keluarga. Mereka merasa kawasan taman tak lagi nyaman untuk bersantai atau mengajak anak bermain.

“Mau duduk-duduk juga bingung, yang kelihatan cuma rombong semua. Harusnya pemerintah lebih tegas,” ujar Dayah, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di lokasi.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menata ulang kawasan taman.

Solusi yang diambil diharapkan tidak merugikan pedagang, namun tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Taman Kota Sampit #bersih #satpol pp #Rombong PKL #kumuh