Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Truk Bermuatan Berat Lewat Tiap Hari, Jembatan Patah Sampit Tunggu Waktu Ambruk

Heny Pusnita • Sabtu, 12 Juli 2025 | 10:48 WIB
DIHANTAM BEBAN: Sebuah truk penuh muatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit melintas di Jembatan Patah, Jumat (11/7).
DIHANTAM BEBAN: Sebuah truk penuh muatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit melintas di Jembatan Patah, Jumat (11/7).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Infrastruktur di kawasan Kota Sampit setiap hari terus dihantam dengan angkutan perusahaan yang melebihi tonase jalan.

Raksasa jalanan yang diduga bebannya melebihi daya tahan infrastruktur yang ada, terus melenggang. Nyaris tanpa pengawasan.

Pantauan Radar Sampit Jumat (11/7) sore, lalu lintas angkutan perusahaan, baik yang tanpa beban hingga penuh muatan, lalu lalang di Jalan Kapten Mulyono.

Truk besar tersebut silih berganti melintasi Jembatan Patah di ruas tersebut, yang sejatinya dibekap berbagai masalah.

Dari pengamatan, jembatan tersebut memerlukan perbaikan.

Banyak baut yang hilang dan terlepas, sehingga sejumlah pelat besi di lantai jembatan mengalami pergeseran dan menimbulkan bunyi berderit ketika dilewati pengendara.

Kondisi itu kian diperparah dengan seringnya angkutan berat yang melintas di jembatan berkonstruksi kayu tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, jembatan tersebut akan segera diperbaiki.

”Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan besok (hari ini, Red) tenaga teknis mulai bergerak (memperbaiki jembatan patah)," katanya.

Mentana menuturkan, sudah ada beberapa masukan dari warga yang meminta dilakukan perbaikan Jembatan Patah.

Namun, karena terkendala karena ada beberapa perbaikan jalan di areal Kota Sampit dan penimbunan jalan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Jalan Jenderal Sudirman km 14.

"Saya menerima masukan, kritik, dan saran dari warga, karena ini demi kepentingan orang banyak dan demi keselamatan pengendara. Namun, tenaga teknis kami terbatas dan saat ini sedang fokus menangani penimbunan jalan di TPA dan perbaikan jalan rusak di areal Kota Sampit yang juga menjadi prioritas kami," ujarnya.

Meskipun usulan permintaan perbaikan jalan dikerjakan silih berganti ke berbagai tempat, pihaknya akan berupaya memperbaiki Jembatan Patah.

”Hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir, perbaikan jalan rusak di areal Kota Sampit terus dilakukan. Satu per satu lokasi jalan rusak selesai diperbaiki, sehingga tenaga teknis bisa dibagi dan dikerahkan untuk menangani Jembatan Patah," ujarnya.

”Jembatan Patah memang kondisinya sudah sangat tua, sehingga perlu ekstra pemeliharaan. Tahun ini saja sudah enam kali perbaikan jembatan dilakukan secara berkala," ujar Mentana.

Jembatan Patah yang berkonstruksi semi permanen tersebut dibangun di bawah tahun 2000 menggunakan rangka besi dan lantai dari kayu ulin sepanjang 30 meter dan lebar 5 meter.

Jembatan itu kerap mengalami kerusakan, bahkan pernah mengakibatkan pengendara terperosok sehingga perlu dilakukan pengkajian.

”Dulu tahun 2023 sudah ada rencana akan dilakukan kajian teknis, namun itu tidak jadi karena recofusing anggaran, sehingga untuk penanganan jangka pendeknya yang bisa kami lakukan hanya pemeliharaan secara berkala," jelasnya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#truk sawit #angkutan berat #sampit #jalan