SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyadari pentingnya perbaikan fasilitas Terminal Patih Rumbih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Terminal utama di Kota Sampit itu kini dinilai tidak lagi layak, dengan jalan rusak, kubangan air, dan ruang tunggu yang minim.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan bahwa perbaikan terminal tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan penanganan menyeluruh agar hasilnya maksimal dan bertahan lama.
"Berdasarkan keluhan masyarakat, beberapa minggu lalu kami sudah mengecek langsung ke lokasi. Banyak kerusakan, terutama di halaman terminal yang dipenuhi kubangan air," ujar Raihansyah, Kamis (10/7/2025).
Menurutnya, perbaikan jalan harus menggunakan aspal dengan kualitas dan ketebalan tertentu, dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari pembenahan sistem drainase yang ada.
"Kalau tidak dibarengi dengan perbaikan drainase, jalan akan cepat rusak lagi. Karena itu kami perlu menghitung total kebutuhannya sebelum diusulkan dalam anggaran," jelasnya.
Raihansyah menegaskan bahwa terminal ini memang membutuhkan sentuhan khusus, baik dari segi fisik infrastruktur maupun penataan kembali fasilitas penunjangnya. Hal ini penting agar pelayanan kepada masyarakat bisa kembali optimal.
Sementara itu, keluhan terus berdatangan dari pengguna terminal. Salah satunya Wati, warga yang rutin bepergian ke Pangkalan Bun dan Palangka Raya.
"Ruang tunggu minim, tidak nyaman. Jalan penuh kubangan. Masa terminal utama kondisinya seperti ini?" keluh Wati.
Ia berharap perbaikan tidak hanya sekadar wacana. Wati menilai, sebagai simpul penting mobilitas masyarakat, Terminal Patih Rumbih semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah untuk mewujudkan terminal yang aman, nyaman, dan layak sebagai gerbang transportasi darat di Sampit.
Sebelumnya diberitakan, kondisi jalan yang rusak di kawasan Terminal Patih Rumbih, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikeluhkan warga dan penumpang bus antarkota.
Kerusakan tersebut sudah cukup lama terjadi, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait.
Pantauan Radar Sampit, sejumlah titik di sekitar areal terminal mengalami kerusakan parah. Aspal yang mengelupas dan lubang-lubang besar terlihat jelas di jalur keluar-masuk bus dan angkutan umum. Saat hujan turun, genangan air kerap menutupi jalan, membuat para penumpang harus berhati-hati saat melintas.
”Kalau hujan, jalan becek dan banyak genangan. Kami sebagai penumpang jadi tak nyaman saat mau naik atau turun dari bus,” keluh Rizal, seorang warga yang hendak bepergian ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/7). (*)
Editor : Slamet Harmoko