Radarsampit.jawapos.com – Pernahkah kalian duduk santai di akhir pekan, lalu tiba-tiba teringat mantan, masa sekolah, atau momen lucu bersama teman lama?
Tenang, kamu tak sendiri. Banyak orang justru merasa lebih melankolis dan penuh kenangan saat akhir pekan tiba. Tapi, mengapa bisa begitu?
1. Otak Kita Sedang "Bernapas"
Hari-hari kerja biasanya diisi dengan rutinitas yang padat. Otak kita sibuk dengan pekerjaan, tugas kuliah, deadline, dan berbagai tuntutan.
Saat akhir pekan, tanpa tekanan harian, otak punya ruang untuk beristirahat dan mencerna ulang pengalaman masa lalu.
Menurut psikolog klinis Dr Arlene Kaye, saat tubuh dalam kondisi rileks, bagian otak yang mengatur emosi dan memori—terutama amigdala dan hippocampus—menjadi lebih aktif dalam mengakses kenangan emosional.
2. Sunyi Bikin Memori Muncul
Akhir pekan sering diisi dengan waktu sendiri atau suasana yang lebih tenang. Saat itulah kenangan masa lalu muncul tanpa diundang.
Lagu yang diputar di kafe, wangi parfum, atau tempat nongkrong bisa memicu kilasan momen tertentu yang pernah kita alami.
Fenomena ini disebut involuntary memory atau kenangan tak sengaja. Biasanya, kenangan yang muncul memiliki muatan emosi yang kuat—bisa bahagia, haru, bahkan sedih.
3. Waktu Refleksi Diri
Bagi sebagian orang, akhir pekan menjadi waktu untuk merenung, mengevaluasi diri, dan mengingat kembali tujuan hidup.
Saat merenung, otak cenderung mengaitkan masa kini dengan masa lalu. Inilah yang membuat kita seolah “dipaksa” memutar kembali potongan-potongan hidup yang telah lewat.
"Kadang flashback itu bukan karena kita belum move on, tapi karena kita sedang mencari arah," kata Ratih (35), pembaca setia Radar Sampit yang mengaku sering tiba-tiba teringat kisah SMA saat menyeduh kopi di pagi Sabtu.
4. Ada Emosi yang Belum Selesai
Akhir pekan memberi ruang emosional yang tidak kita dapatkan saat hari kerja. Ketika terlalu sibuk, berbagai perasaan cenderung terpendam.
Saat akhir pekan datang dan suasana hening menyapa, perasaan-perasaan yang tertunda itu mulai “mengetuk pintu”.
Kenangan yang muncul bisa menjadi bentuk penyembuhan atau tanda bahwa ada sesuatu yang belum sepenuhnya selesai dalam diri kita.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Flashback saat weekend bukan hal buruk. Justru bisa menjadi momen terbaik untuk:
- Menulis jurnal
- Menyusun ulang resolusi hidup
- Menghubungi teman lama
- Memaafkan diri sendiri maupun orang lain
Kita semua butuh jeda. Dan kadang, di sela-sela jeda itulah, kita kembali mengingat siapa diri kita yang dulu—agar lebih memahami ke mana kita akan melangkah nanti.
“Masa lalu tak harus dilupakan, cukup jangan dijadikan tempat tinggal,” katanya.(*)
Editor : Slamet Harmoko