Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cara Kampung Nelayan Desa Tanjung Putri di Kobar Jaga Warisan Leluhur

Koko Sulistyo • Rabu, 25 Juni 2025 | 13:15 WIB
MENJAGA TRADISI: Persiapan sedekah laut di halaman Balai Nelayan Desa Tanjung Putri, belum lama tadi.
MENJAGA TRADISI: Persiapan sedekah laut di halaman Balai Nelayan Desa Tanjung Putri, belum lama tadi.

Sedekah laut merupakan sebuah tradisi warisan turun-temurun bagi masyarakat daerah pesisir. Mereka menggantungkan hidupnya dari mencari ikan di laut.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menggelar sedekah laut.

Acara adat tersebut sudah sejak lama dilakukan masyarakat yang berada di pesisir Laut Jawa dan menjadi agenda tahunan.

Sedekah laut atau masyarakat pesisir menyebutnya dengan nama selamatan kampung dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, serta permohonan keselamatan dalam menjalankan mata pencaharian di laut.

Kegiatan adat tersebut dilaksanakan di halaman Balai Nelayan Tanjung Putri. Dihadiri Kepala Desa Tanjung Putri, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kobar.

Kepala Desa Tanjung Putri Eli Sapitri menuturkan, tradisi ini merupakan warisan budaya masyarakat yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Selain sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki, kegiatan ini juga menjadi sarana memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.

”Tradisi ini mencerminkan rasa syukur warga atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Semoga melalui doa bersama ini, masyarakat, khususnya nelayan, selalu dalam lindungan dan diberi hasil tangkapan yang melimpah,” ujarnya.

Kabid Perikanan Tangkap DPKP Kobar Manis Suharjo mengapresiasi pelestarian budaya tersebut.

Menurutnya, sedekah laut tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial dengan sesama nelayan.

”Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk menjaga kekompakan, silaturahmi, dan semangat gotong royong dalam masyarakat nelayan. Tradisi ini adalah simbol rasa syukur atas karunia Tuhan dan perlu dilestarikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Manis mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut. Dia mengajak seluruh nelayan untuk selalu menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, agar keberlanjutan sumber daya ikan tetap terjaga.

”Kami berharap para nelayan dapat menjaga kelestarian laut demi masa depan generasi berikutnya, dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem dan habitat ikan,” katanya. (***/ign)

Editor : Gunawan.
#kobar #sedekah laut #nelayan