KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Ketegangan antar pedagang pecah di jantung Kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalteng.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi protes sejumlah pedagang ayam Pasar Saik terhadap penjual ayam di pinggir Jalan Adam Malik, viral dan memicu perdebatan publik, Sabtu (14/6) kemarin.
Aksi ini terjadi tepat di seberang Kantor PWI Seruyan, sekitar kawasan Bundaran I.
Dalam video berdurasi singkat yang menyebar luas di media sosial, tampak sejumlah pedagang pasar mendatangi seorang penjual ayam yang berjualan menggunakan mobil yang diduga berasal dari Kota Sampit.
Penyebabnya, harga ayam dari penjual dadakan alias PKL pingvir jalan itu disebut jauh lebih murah dibanding harga di pasar tradisional.
“Penjual ayam diprotes pedagang pasar karena menjual di bawah harga pasar,” tulis seorang netizen yang ikut mengomentari video tersebut.
Salah satu pedagang di Pasar Kuala Pembuang mengaku pendapatannya anjlok akibat kehadiran penjual baru itu.
"Selisih harganya lumayan jauh. Pelanggan kami banyak yang pindah ke sana karena lebih murah. Kami merasa dirugikan," ujarnya.
Menurut para pedagang pasar, mereka tidak menolak persaingan. Namun mereka mendesak agar harga jual disesuaikan agar tetap adil.
"Kami hanya ingin keadilan dalam berdagang. Jangan sampai kami yang rutin bayar retribusi, justru tersingkir," tambahnya.
Menariknya, video ini memecah opini publik. Sebagian netizen mendukung aksi protes para pedagang pasar demi keberlangsungan ekonomi lokal.
Namun tak sedikit pula yang menyoroti pentingnya persaingan sehat dan hak konsumen memilih harga terbaik.
"Kalau bisa murah kenapa harus mahal?," komentar salah satu netizen.
"Tapi kasihan juga pedagang pasar, mereka kan bayar lapak tiap hari," balas lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait polemik antar pedagang ini.
Namun satu hal pasti, isu ini sudah menjadi perbincangan hangat warga Seruyan, dan mungkin akan terus bergulir jika tak segera ditangani. (rdw)
Editor : Slamet Harmoko