Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BKSDA Kalteng Ungkap Pemicu Buaya Sering Menyerang Warga. Salah Satunya Banyak Anak Sungai Terhubung

Koko Sulistyo • Jumat, 30 Mei 2025 | 21:20 WIB
Salah satu kawasan pemukiman warga di Sungai Benipah Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang didapati ada kemunculan buaya.
Salah satu kawasan pemukiman warga di Sungai Benipah Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang didapati ada kemunculan buaya.

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com -  Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta agar warga yang tinggal di bantaran sungai, anak sungai dan kanal-kanal agar mengurangi aktivitas di sungai.

Peringatan itu keluar mengingat terjadi beberapa kali serangan buaya terhadap manusia, dengan korbannya mengalami luka-luka maupun meninggal dunia. Konflik yang terjadi antara buaya dan manusia diduga akibat menipisnya sumber pakan di alam mereka.

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Setiadi menegaskan, dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II Pangkalan Bun. Saat ini banyak terdapat kanal-kanal di perkebunan kelapa sawit yang dibuka oleh korporasi dan masyarakat, yang terhubung ke daerah aliran sungai.

"Termasuk korban serangan buaya terakhir di Benipah Desa Kubu, merupakan anak sungai yang terhubung atau tersambung ke Sungai Bengaris, dan anak sungai yang lain," bebernya, Jumat (30/5).

Kondisi tersebut membuat akses buaya yang habitatnya berada di sungai besar sangat mudah masuk ke anak sungai, dan kanal-kanal baru yang dibuat masyarakat dan perusahaan kelapa sawit.

Disebutkan Dendi, Sungai Benipah yang terhubung ke Sungai Bengaris sudah puluhan tahun tidak pernah dimasuki oleh buaya. Diduga karena buaya di alam membutuhkan survive untuk hidup dan ketersediaan makanan di alam kurang, sehingga masuk ke anak sungai dan kanal-kanal untuk mencari makan.

"Setiap makhluk hidup di alam butuh survive untuk hidup mencari makan, jadi mereka masuk ke anak sungai dan kanal-kanal," tegasnya.

Terkait dengan perkembangan pencarian buaya yang menyerang seorang nenek di Sungai Benipah baru-baru ini, WRU SKW II Pangkalan Bun terus melakukan pencarian dengan jebakan, namun belum berhasil, dan mereka terus melakukan monitoring untuk menghindari korban lainnya.

Pihaknya juga mengimbau, selain mengurangi aktivitas di sungai untuk sementara waktu, juga warga dilarang membuang sampah terutama sampah makanan ke sungai,  karena bisa memicu datangnya buaya.

"Kurangi perburuan primata yang menjadi rantai makanan buaya,"tandas Dendi Setiadi.  (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#anak sungai #aktivitas warga #Survive #bksda kalteng #serangan buaya #perusahaan kelapa sawit #Pangkalan Bun