Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bongkar Muat Babi di Pelabuhan Panglima Utar Disoal Warga, Dibahas Melalui Mediasi di KSOP Kumai

Koko Sulistyo • Jumat, 23 Mei 2025 | 21:35 WIB
Mediasi beberapa tokoh masyarakat Kumai dengan KSOP, berkaitan dengan aktivitas bongkar muat kedatangan ternak babi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Jumat (23/5).
Mediasi beberapa tokoh masyarakat Kumai dengan KSOP, berkaitan dengan aktivitas bongkar muat kedatangan ternak babi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Jumat (23/5).

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Jumat (23/5).

Mereka menyampaikan penolakan terhadap aktivitas bongkar muat hewan ternak babi di pelabuhan Panglima Utar kepada pihak KSOP. Mediasi pun dilakukan, turut hadir dalam mediasi yang di laksanakan di kantor KSOP anggota DPRD Kobar Musawer dan Hj Hatnati, Kapolsek Kumai, Manager Pelindo dan pihak KSOP sendiri.

Mediasi dilaksanakan untuk mencari jalan keluar guna mengatasi keluhan masyarakat yang terganggu dengan bau dari truk angkutan babi yang melintas beberapa kelurahan dan desa saat menuju daerah tujuan pengantaran ke Palangka Raya dan Kalimantan Barat.

Salah satu yang dipersoalkan warga, bukan hanya bau yang ditimbulkan ketika truk berisi ternak babi yang didatangkan dari Surabaya dengan kapal laut itu melintas, tetapi truk terkadang berhenti dan menyiram ternak babi di sembarang tempat, dekat pemukiman warga.

Salah satu tokoh Masyarakat Kumai, Sapuani menegaskan, masyarakat Kumai menolak keras kedatangan truk bermuatan ternak babi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, karena selain bau tidak enak, juga bertentangan dengan normal yang hidup masyarakat setempat.

"Kami menolak keras kedatangan truk bermuatan ternak babi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, karena selain menimbulkan bau menyengat juga bertentang dengan normal dan kearifan lokal masyarakat setempat," tegasnya.

Kepala Kantor KSOP Kumai Nuriman Setia mengatakan, atas adanya keluhan dan penolakan masyarakat terhadap truk ternak babi yang melintas di wilayah Kumai, untuk sementara ini pengiriman babi dari Surabaya dihentikan terlebih dahulu.

"Kita tunggu balasan surat dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan pengiriman babi dari Surabaya dihentikan dahulu," pungkasnya. (tyo/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kumai #pelabuhan Panglima Utar Kumai #aktivitas bongkar muat #kotawaringin barat #hewan ternak babi #ksop #Pangkalan Bun #pengiriman babi