PANGKALAN BUN - Musibah kebakaran terjadi di tengah derasnya hujan yang mengguyur Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Sasarannya satu unit rumah di Jalan Kawitan I, RT 17, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan.
Kebakaran di permukiman padat penduduk itu membuat panik warga, terlebih asap tebal membumbung tinggi, menyala merah saga. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Noor Baser, seorang warga yang tengah singgah di warung sekitar lokasi. Ia melihat percikan api disertai asap yang keluar dari atas rumah, melihat itu dengan sigap langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar lewat pesan WhatsApp.
Tidak berapa lama, unit pemadam kebakaran meraung di jalan Iskandar menuju lokasi menembus lebatnya hujan disertai petir dan angin kencang.
Plt Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono, menyampaikan timnya tiba di lokasi dalam waktu lima menit setelah menerima laporan.
"Meskipun hujan lebat mengguyur, tim kami tetap maksimal. Dalam waktu sekitar 45 menit, api berhasil dipadamkan," ujarnya, Jumat (23/5)
Dalam proses pemadaman, Damkar Kobar mengerahkan dua unit Firedome, dua unit Karhutla Supply, dan melibatkan 16 personel. Namun demikian, rumah tidak dan barang-barang tidak dapat diselamatkan.
Meskipun, saat kebakaran terjadi pemilik rumah berada di dalam, namun karena api cepat membesar membakar material bangunan, mereka langsung keluar hanya pakaian di badan yang terbawa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Meski begitu, kerugian materiil belum bisa ditaksir secara pasti. Berkat kerja sama lintas instansi dan sigapnya petugas serta warga, api berhasil dicegah agar tidak menyebar ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi, Dwi Agus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi korsleting listrik, terutama saat musim hujan."Periksa kabel dan instalasi listrik secara berkala. Jangan menunggu sampai terjadi musibah,”tegasnya. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama