Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

WhatsApp Kepala Disdukcapil Kotim Diretas, Ini Modus yang Dilakukan Pelaku

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:40 WIB
Setelah meretas, pelaku mengirim undangan digital ke semua kontak yang tersimpan. (Yuni/Radar Sampit)
Setelah meretas, pelaku mengirim undangan digital ke semua kontak yang tersimpan. (Yuni/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Agus Tripurna Tangkasiang, menjadi korban peretasan akun WhatsApp.

Peretas menyebarkan undangan digital dan mencoba meminta uang kepada sejumlah kontak yang ada di ponsel korban.

Kasus ini mencuat ketika salah satu rekan korban menerima pesan mencurigakan berisi undangan digital.

Tak lama kemudian, pelaku yang menggunakan akun Agus juga mengirimkan pesan meminta pinjaman uang.

"Ada saldo 5 juta nggak di rekening? Bisa pinjam dulu. Besok diganti," demikian isi pesan dari pelaku.

Merasa ada kejanggalan dari gaya penulisan pesan, penerima pesan lalu menghubungi Musrifah Betriawati, istri dari Agus Tripurna Tangkasiang.

Dan juga menghubungi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Kotim Yayan Hadifriyanto.

Selain Musrifah, dan Yayan, pegawai Disdukcapil lainnya Zunai, serta beberapa Kepala SOPD di lingkup Pemkab Kotim juga mengonfirmasi bahwa akun Agus telah diretas.

"Nomor Bapak di-hack orang. Ada yang pinjam duit dan kirim link undangan," ujar Musrifah.

Musrifah bahkan turut mengirimkan tangkapan layar pesan berisi tautan undangan yang dikirim pelaku. Zunai juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengklik tautan mencurigakan tersebut.

"Di-hack orang. Jangan diklik. Karena beliau kena hack gara-gara mengklik itu juga. Diblokir saja nomor yang itu," ujarnya.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kotim, Agus Pria Dany, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesan atau tautan dari nomor yang tidak dikenal atau mencurigakan.


"Mohon abaikan setiap link atau WA yang dibagikan. Terima kasih," tegasnya.

Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap modus penipuan siber yang memanfaatkan identitas pejabat atau kerabat, serta untuk tidak mudah mempercayai permintaan uang tanpa konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. (yn)

Editor : Slamet Harmoko
#whatsapp #Disdukcapil Kotim #diretas