Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jelang Berpulang, Niat Anang Sulaiman, Pengusaha Walet Samuda Ini Tak Kesampaian

Heny Pusnita • Kamis, 1 Mei 2025 | 21:25 WIB
DIMAKAMKAN: Pemakaman Almarhum Haji Anang Sulaiman di pekarangan rumahnya di Jalan Parto Muksin, Samuda, Kamis (1/5) pagi.
DIMAKAMKAN: Pemakaman Almarhum Haji Anang Sulaiman di pekarangan rumahnya di Jalan Parto Muksin, Samuda, Kamis (1/5) pagi.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Haji Anang Sulaiman bin Arbain.

Tokoh masyarakat yang dikenal sebagai pengusaha sarang burung walet ini wafat di usia 78 tahun, dikarenakan sakit yang menggerogotinya.

Sebelum kabar duka itu tersebar luas, Anang Sulaiman mendarat di Bandara Haji Asan Sampit sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (29/4), setelah menjalani pengobatan di Penang, Malaysia.

Setiba di kediamannya Jalan Parto Muksin, kondisi kesehatannya semakin memburuk. Sekitar jam 12 malam, Anang tak sadarkan diri sehingga pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Pratama Samuda.

Kondisinya yang melemah membuatnya dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit sekitar pukul 02.15 dini hari.

Hasil pemeriksaan dokter, Anang mengalami pendarahan yang keluar dari mulutnya. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin sekitar jam 14.30 WIB.

Namun, dalam perjalanan dekat Kasongan, Anang mengembuskan napas terakhirnya. Untuk memastikan jantungnya berhenti berdetak, mobil ambulans membawanya ke Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan.

Jasadnya tidak diturunkan, tenaga kesehatan hanya mengecek untuk memastikan bahwa Haji Anang Sulaiman wafat sekitar jam 17.15 WIB, Rabu (30/4) sore.

”Beliau sudah merasa tidak enak badan sejak tiba dari Penang Malaysia. Saat malam hari badannya tambah drop dan hilang kesadaran," ujar Juhdiansyah, cucu Anang Sulaiman.

Setelah dinyatakan wafat, ambulans langsung putar balik menuju rumah duka dan tiba sekitar 21.30 WIB Rabu (30/4) malam.

Sejumlah masyarakat berdatangan silih berganti dari malam hingga pagi hari hingga seleai dikebumikan, masyarakat masih terus berdatangan.

Karangan bunga ucapan belasungkawa dari sejumlah pihak berjejer di sekitar pekarangan rumahnya.

Sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah Anang Sulaiman disalatkan di Musala Yayasan Al Madaniyah di Jalan Parto Muksin, tak jauh dari kediamannya.

Pemakaman berlangsung cepat, sekitar jam 09.00 WIB Kamis (1/5) pagi, jasad Anang Sulaiman dimakamkan di pekarangan sisi kanan rumahnya.

Sepanjang proses pemakaman berlangsung, Hajah Antung Mastaniah (75) istri mendiang almarhum Anang Sulaiman tak terlihat.

Pihak keluarga, mengabarkan bahwa istrinya mengalami sakit sehingga terbaring di kamarnya.

”Istri beliau sedang sakit ada di dalam kamar. Sakit pusing kepala, ini sedang istirahat," ucap Gusti Tamrin Adik Antung Mastaniah yang duduk dekat pintu kamarnya.

Pada detik-detik menjelang tutup usia, almarhum berniat mengantarkan cucunya masuk Ponpes Nurul Haramain Pujon di Malang.

”Ada lima orang yang masih beliau biayai pendidikannya di Ponpes Darul Saadah Malang dan beliau ada janji mau berangkatkan cucunya masuk pesantren di Malang pertengahan Mei ini. Ternyata akhir April sore kemarin, beliau tutup usia," ucapnya.

Wakil Bupati Kotim Irawati yang juga menyempatkan hadir melayat ke rumah duka juga merasakan kehilangan sosok masyarakat yang dikenal dermawan, terutama di bidang pendidikan.

”Saya mewakili Pak Bupati berbelasungkawa atas meninggalnya tokoh masyarakat Haji Anang Sulai. Kita ingin kedermawanan dan sifat murah hati yang beliau miliki bisa menjadi contoh bagi kita semua. Beliau saya kenal orang yang suka bersedekah memberi apa pun dan tidak mengharapkan balasan," ujar Irawati.

Irawati mengaku sempat kaget, atas kabar meninggalnya Anang Sulaiman. ”Yang saya ketahui, istri beliau yang sakit dan saya pernah jenguk ke rumah sakit," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#meninggal #pengusaha #Anang Sulaiman #samuda #sampit