Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Teluk Kumai Tercemar Oli, Warga dan Pelaku Wisata Kena Akibatnya

Koko Sulistyo • Senin, 28 April 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi pencemaran (AI)
Ilustrasi pencemaran (AI)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Perairan Teluk Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tercemari oleh cairan yang diduga oli bekas. Limbah itu menggenang di permukaan laut.

Genangan oli bekas yang hitam pekat tersebut diduga telah bergeser terbawa arus, dan hingga saat ini belum ada upaya untuk melokalisir dan membersihkan limbah tersebut.

Warga dan para pelaku wisata Taman Nasional Tanjung Puting mengeluhkan tercemarnya perairan Teluk Kumai. Mereka berharap agar pelaku pembuangan oli bekas ke perairan Kumai ditindak tegas.

Mereka menduga oli tersebut sengaja dibuang oleh kapal yang berlayar di laut yang masuk wilayah perairan Kotawaringin Barat.

Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat Bambang Teguh Santoso menegaskan, DLH Kobar telah melakukan monitoring dan pengambilan sampel di perairan Teluk Kumai.

"Kita hari ini telah mengambil contoh air di Teluk Kumai bersama Mutu Agung Lestari untuk uji laboratorium, guna mengetahui apakah laut Kumai sudah tercemar oleh pembuangan limbah oli," ujarnya, Sabtu (27/4).

Pengambilan sampel air dilaksanakan di tiga titik, yaitu di bagian hulu, tengah, dan hilir Teluk Kumai yang diduga terjadi pencemaran.

Sampel air tersebut kemudian nantinya akan dianalisa di laboratorium Mutu Agung Lestari. Saat ini mereka menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut.

Saat melakukan monitoring ke teluk Kumai, mereka tidak menjumpai secara fisik adanya oli yang menggenang perairan setempat.  Hal itu lantaran kejadian sudah berlangsung beberapa hari dan diduga telah terbawa arus pasang surut air.

Mereka menuju lokasi, diantarkan oleh motoris speed boat yang mengetahui adanya genangan dari limbah oli bekas.

"Untuk dampak lingkungan akibat terbuangnya oli bekas ke laut atau sungai nanti kita sampaikan setelah ada hasil dari laboratorium," pungkasnya. (tyo/yit)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#tercemar #pencemaran #Teluk Kumai #oli bekas #kalteng