Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Rusak Parah, Pelajar Pelantaran Bawah Kesulitan Berangkat Sekolah  

Heny Pusnita • Minggu, 20 April 2025 | 10:05 WIB
PERLU PERBAIKAN: Kondisi Jalan Desa Pelantaran Bawah, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, sulit dilintasi karena rusak parah.   
PERLU PERBAIKAN: Kondisi Jalan Desa Pelantaran Bawah, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, sulit dilintasi karena rusak parah.   

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Jalan Desa Pelantaran Bawah, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng rusak parah. Selama kurang lebih dua tahun jalan tanah laterit itu kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Jalan ini sudah rusak parah, saat hujan jalan berlumpur sangat sulit dilewati. Kasihan anak-anak sekolah yang ingin melewati jalan situ kesulitan. Anak saya saja sudah seminggu  enggak bisa sekolah," kata Agus Andrianto Warga Desa Pelantaran RT 12 RW 6 kepada Radar Sampit, Jumat (18/4).

Lokasinya berada di pertigaan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 71 dan Parenggean. Jalan rusak yang dinamakan Jalan Desa Pelantaran Bawah ini memiliki panjang empat kilometer, dan sekitar satu kilometer dari muara jalan masuk mengalami kerusakan pada titik tertentu.

"Jalan ini satu-satunya akses menuju kampung. Di dalamnya ada SDN 2 Rubung Buyung dan SMP Pelantaran Agro Estate, setiap hari kami melewati jalan ini," ucap pria yang sudah tingga di Desa Pelantaran sejak tahun 2008 ini.

Tidak hanya dilewati warga, jalan ini juga digunakan pihak perusahaan untuk jalur keluar masuk truk bermuatan tandan buah segar (sawit) milik PT Windu Nabatindo Lestari yang merupakan grup dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA).

"Kendaraan bermuatan berat juga melewati Jalan Desa Pelantaran sekitar 500 meter dari muara masuk jalan, setelah itu mereka buka jalan masuk sendiri menuju perusahaan," ujarnya.

Pada Desember 2024 lalu pernah dilakukan perbaikan jalan di arah hilir dekat perkampungan dengan cara penimbunan agregat dan bantuan alat berat.

"Kami sudah mengusulkan sama kades dan perusahaan terdekat, belum direspons. Kabarnya tahun ini dianggarkan sebesar Rp 9 juta dan bantuan material penimbunan tetap dibantu pihak perusahaan," ujarnya.

Meskipun perbaikan jalan sudah pernah dilakukan, jalan kembali rusak parah karena  kurang pemeliharaan.

"Mohon bantuannya, paling tidak ada penanganan dari Pemerintah Desa Pelantaran bekerjasama dengan perusahaan di wilayah terkait agar segera diperbaiki sehingga tidak lagi menghambat anak-anak menuju sekolah," tandasnya. (hgn/yit)

 

Editor : Slamet Harmoko
#jalan rusak #sekolah #pelantaran bawah #pelajar #sampit #kotim #kalteng