SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pembangunan Pasar Mangkikit yang menjadi polemik selama sepuluh tahun belakangan, merugikan sebagian pedagang.
Sejumlah pedagang bangkrut saat menunggu realisasi janji penuntasan pasar tersebut yang tak kunjung ada kejelasan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pengurus Pasar Mangkikit Agus Sugianto.
Menurutnya, para pedagang sudah jenuh dan bosan berurusan dengan pemerintah daerah untuk mempertanyakan penuntasan pasar tersebut.
”Saat ini pedagang hanya minta kejelasan bagaimana kelanjutan pembangunan Pasar Mangkikit itu? Apakah dilanjutkan atau tidak? Kalaupun dilanjutkan, perlu berapa lama waktu, karena sudah banyak langkah dilakukan. Termasuk beberapa kali dibawa ke DPRD Kotim, tetapi tidak ada tindak lanjutnya,” kata Agus, Rabu (16/4).
Agus menuturkan, waktu sepuluh tahun bagi pedagang menunggu kejelasan, bukan waktu yang sebentar. Bahkan, jika pemerintah daerah tidak menyanggupi kelanjutannya, nasib uang setoran pedagang kepada pihak terkait pun harus dikembalikan.
”Ada banyak pedagang sudah setor membayar untuk mendapatkan lapak dagangan itu, tapi kenyataannya ada pedagang yang sudah setor kini pun bangkrut. Artinya, pemerintah daerah harus ada tanggung jawab, kenapa sejak awal merelokasi mereka. Nasib pedagang tidak jelas,” katanya.
Agus mengaku memperoleh informasi sudah ada angka perhitungan nilai panaksiran pihak ketiga terhadap anggaran yang harus dikucurkan pemerintah untuk mengambil alih pasar itu. Namun, itu semua tergantung niat dan kebijakan pemerintah daerah menuntaskan janjinya kepada pedagang Pasar Mangkikit.
”Sebagai pengurus pasar, kami tetap berharap ada kejelasan dari pemerintah. Mengingat sudah sepuluh tahun terkatung-katung di wadah relokasi tanpa ada kepastian kapan bisa kembali ke lokasi Pasar Mangkikit yang awal dan dijanjikan pihak ketiga tersebut,” ujarnya.
Di satu sisi, pasar itu dibangun pihak ketiga dengan sistem Built Operate Transfer (BOT). Artinya, pembangunan dilaksanakan pihak ketiga, yakni PT Herald Eranio Jaya. Para pedagang diminta mencicil uang muka hingga angsuran untuk kios atau lapak di Pasar Mangkikit.
Tapi, ada juga yang memilih aman dengan tidak menyetor terlebih dahulu, menunggu bangunan pasar sampai jadi. Namun, seiring berjalannya waktu, pembangunan tak kunjung selesai.
Catatan Radar Sampit, pembangunan pasar ditandai dengan peletakan yang batu pertama pada 22 Februari 2015 lalu. Dana yang dihabiskan diperkirakan mencapai lebih Rp20 miliar.
Rencananya, Pasar Mangkikit akan dibangun tiga lantai berkapasitas 578 kios. Selama pasar dibangun, pedagang direlokasi ke penampungan di samping Markas Kodim 1015 Sampit, tepat di belakang Pasar Mangkikit.
Saat ini pihak ketiga pun tengah jadi buronan dari Polda Kalteng akibat kasus tindak pidana korupsi yang menjeratnya dalam pembangunan gedung Expo Sampit. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko