Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Belajar dari Salah Satu Masjid Tertua di Sampit, Jemaahnya Berlomba Bersedekah untuk Buka Bersama selama Ramadan

Heny Pusnita • Minggu, 30 Maret 2025 | 16:25 WIB
BUKBER: Kegiatan buka puasa bersama yang setiap hari disediakan oleh pengurus Masjid Syuhada.
BUKBER: Kegiatan buka puasa bersama yang setiap hari disediakan oleh pengurus Masjid Syuhada.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Masjid Syuhada yang berlokasi di Jalan Baamang I, Kota Sampit punya program ibadah terutama selama Ramadan.

Selama empat tahun terakhir, salah satu masjid tertua di Kota Sampit ini mengajak warga sekitar bersedekah dengan menyediakn paket berbuka puasa selama sebulan Ramadan.

Dalam setahun, ada 30 jemaah aktif yang bersedekah sebesar Rp25 ribu sebulan yang masuk dalam kas khusus tabungan Ramadan yang terkumpul Rp8,5 juta.

Sebelum memasuki Ramadan, total dana yang terhimpun bertambah sebesar Rp30 juta.

”Kami punya program yang namanya paket standar berbuka puasa setiap orang bersedekah sebesar Rp650 ribu. Jadi, setiap hari kami menganggarkan Rp1.150.000 untuk menyediakan hidangan buka puasa berupa bubur, kue, minuman segar setiap hari selama Ramadan," ujar Burhanuddin yang menjadi Ketua Takmir Masjid Syuhada sejak 2018 hingga sekarang.

Program sedekah itu bukanlah suatu paksaan. Sebanyak 30 jemaah aktif yang merasa mampu, berlomba beramal kebaikan.

Tak keberatan menyisihkan sebagian rejekinya untuk menyediakan warga setempat berbuka puasa di teras Masjid Syuhada.

”Jadi, ada dua orang yang menyumbang. Setiap hari dianggarkan Rp1,3 juta untuk belanja kebutuhan menu berbuka puasa berupa bubur, kue dan minuman segar. Ada juga yang menyumbang satu orang Rp1,3 juta karena satu orang ini memiliki anggota keluarga lain yang juga ingin menyumbang sehingga tidak merasa memberatkan," ujar pria berumur 68 tahun yang juga masih aktif sebagai Ketua Harian LPTQ Kotim ini.

Selain itu, Masjid Syuhada juga mengumpulkan sedekah dari para jemaah yang dibedakan dalam dua kotak amal yaitu kotak amal masjid yang setiap Jumat terkumpul Rp1,3 juta dan kotak amal Ramadan yang setiap Jumat terkumpul Rp1,2 juta.

”Saat ini kas masjid terkumpul Rp 180 juta, uang yang terkumpul untuk operasional masjid seperti membayar air, listrik, menggaji dua imam dan satu marbot dan memperbaiki apabila ada kerusakan bangunan masjid," ujarnya.

”Sedangkan uang kas Ramadan diperuntukkan untuk menutupi kekurangan biaya dari paket standar berbuka puasa. Apabila Ramadan telah berakhir, kotak amal Ramadan dananya untuk program berbagi berkah setiap Jumat subuh," tambahnya.

Selain itu, Masjid Syuhada juga mengadakan Haul Siti Khadijah yang sudah terlaksana Selasa (11/3) lalu.

Ada pula program ibadah nuzulul quran setiap memasuki malam ke-17 Ramadan yang telah dilaksanakan Minggu (16/3) lalu dengan menghadirkan penceramah.

”Program ibadah menyediakan berbuka puasa sudah berjalan empat tahun, kotak amal Ramadan sudah lima tahun, Haul Siti Khadijah dan Nuzulul Quran setiap 11 Ramadan rutin kami laksanakan," ujarnya.

Mendekati pengujung Ramadan, jemaah aktif di Masjid Syuhada juga melaksanakan khataman Quran yang dilaksanakan pada Jumat (28/3) malam.

”Di akhir Ramadan kami membuka pengumpulan sekaligus penyaluran zakat fitrah. Setelah Lebaran, kami akan mengadakan halal bihalal sekaligus menyampaikan pertanggungjawaban keuangan Masjid Syuhada yang terkumpul dari jemaah," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#buka bersama #masjid tertua #jemaah #sampit