Para pemudik ini bukan hanya berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, tetapi juga dari Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, dan sebagian besar merupakan karyawan Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit.
Pemudik yang datang ke pelabuhan tanpa mengantongi tiket itu, bahkan sudah ada yang bertahan di pelabuhan selama 4 hari terakhir bersama keluarganya.
Ratusan pemudik tersebut sempat memaksa masuk ke area dalam pelabuhan, mereka menggedor-gedor seng pagar pelabuhan di sebelah KSOP, namun aksi mereka dapat diredam.
Diperkirakan jumlah pemudik yang tidak dapat berangkat mencapai lebih dari 500 orang. Ratusan pemudik tersebut memilih bertahan di pelabuhan bahkan ada yang tidur di tepi jalan.
Salah seorang calon penumpang yang terlantar, Anto mengatakan bahwa ia sudah 3 hari bersama keluarganya berada di Kumai, mereka sudah mencari tiket baik di DLU maupun PT Pelni namun seluruh tiket sudah habis.
"Kami juga ke agen dan diberitahu disuruh menunggu, tetapi hingga tiga hari kami disini belum juga dapat tiket dan kami sudah tidak tahu lagi harus seperti apa, saya membawa anak yang masih kecil dan terpaksa tidur di tepi jalan bersama calon penumpang lain," ujarnya.
Pria asal Brebes tersebut mengaku akan bertahan di pelabuhan sebelum dapat tiket, meskipun uang mereka semakin menipis selama berada di Kumai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat Amir Hadi menjelaskan, pada lebaran tahun 2025 ini penumpang kapal yang melalui pelabuhan Panglima Utar Kumai membludak, lantaran menjadi pelabuhan favorit untuk mudik.
Ia menjelaskan, menindaklanjuti membludaknya penumpang dan banyak calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket, maka PT Pelni akan menambah armada kapal Kalimutu dari Kumai menuju Semarang pada 31 Maret 2025.
Tambahan Kapal Kalimutu mampu mengangkut penumpang sebanyak 1.545 orang, dan kepada masyarakat yang akan membeli tiket dapat melalui online dan offline.
"Saat ini terjadi lonjakan penumpang atau permintaan penumpang yang melebihi kapasitas kapal dari pelabuhan Panglima Utar Kumai, untuk itu mohon bantuan KSOP untuk mengkoordinasikan dengan Dirjen Perhubungan Laut. terkait kemungkinan tidak terlayaninya masyarakat yang ingin mudik lebaran melalui laut," pungkas Amir Hadi. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama