KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Niat ingin mengikuti tren viral, justru berujung skandal bagi oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Seruyan.
Video yang diikuti sejumlah ASN dengan menggelar permainan dengan hadiah uang tersebut disesalkan publik.
Warga menyesalkan perilaku oknum ASN yang terang-terang melakukan permainan tersebut di kantor pemerintahan. Hal itu dinilai telah menyalahi etika pegawai dan melanggar kedisiplinan ASN.
Dari video yang tersebar, terlihat sejumlah ASN mengikuti permainan tersebut. Sejumlah uang dijejerkan di atas meja panjang dengan nominal pecahan berbeda. Permainan dilakukan dengan menggelindingkan botol di atas uang yang dijejerkan.
Uang di atas meja bisa diambil di titik botol berhenti. Pada bagian akhir, tampak sejumlah orang mengibaskan uang yang diperoleh dari permainan tersebut
Halik, warga Kuala Pembuang mengatakan, tidak sepatutnya permainan tersebut dilakukan oknum PNS. Terlebih di lingkungan kantor dan saat jam kerja. Hal yang membuat warga antipati adalah hadiah uang dari permainan tersebut.
”Permainannya sebenarnya biasa saja, cuma kenapa hadiahnya harus uang. Dan ini lagi di bulan Ramadan. Kan sama saja dengan judi. Sangat tidak etis dilakukan di bulan suci Ramadan,” ucap Halik.
Seorang ASN yang terlihat dalam rekaman video tersebut, As, menegaskan, tidak ada unsur perjudian dalam video tersebut. Adanya persepsi yang keliru dinilai hanya kesalahpahaman.
As membantah tudingan aktivitas itu dilakukan saatNamun As meluruskan bahwa pembuatan video itu tidak di saat jam kerja, naun ketika jam istirahat siang, selepas salat Zuhur.
“Sebelumnya saya minta maaf atas kejadian ini, tidak ada niatan sedikitpun untuk menyinggung masyarakat di Kabupaten Seruyan. Semuanya murni kesalahpahaman belaka,” ujar As.
As juga menjelaskan, permainan tersebut sekadar mengikuti tren di media sosial. Tidak ada unsur apa pun, termasuk perjudian seperti yang dituduhkan warganet.
Sementara itu, Kepala Disdik Seruyan Rusdi Hidayat mengatakan, insiden tersebut terjadi di kantornya pada Senin (24/3) lalu, sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 siang. Ketika itu dirinya sedang berwudhu untuk menunaikan salat Zuhur.
”Kami sudah berkonsultasi dengan Bidang Disiplin BKPSDM Seruyan untuk menindaklanjuti kejadian ini sesuai prosedur yang berlaku," ujar Rusdi.
Dia menegaskan, ASN seharusnya menjadi teladan dengan menunjukkan simpati, empati, dan kepekaan terhadap lingkungan. Terutama di bulan Ramadan.
Rusdi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang mencoreng citra instansi yang dipimpinnya.
”Kami memahami kekecewaan masyarakat. Apa yang dilakukan oknum ASN tersebut memang tidak pantas, baik karena dilakukan di jam kerja maupun karena mereka mengenakan seragam dinas," tambahnya.
Pihaknya memastikan akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku demi menjaga kedisiplinan dan profesionalisme ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Seruyan. (rdw/ton)
Editor : Slamet Harmoko