PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Angin kencang disertai hujan deras dengan kecepatan 29-30 knot melanda Kota Palangka Raya. Akibatnya, sejumlah rumah penduduk, fasilitas pemerintah, tempat ibadah, sekolah, hingga perkantoran mengalami kerusakan. Belasan rumah warga di kawasan Jalan Mendawai, Jalan Anoi, Jalan Kalimantan, dan tempat lainnya, rusak berat.
Tidak hanya itu, angin juga memporak porandakan Pasar Ramadan di Jalan Ais Nasution. Sejumlah lapak rusak. Ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, ada beberapa warga mengalami luka lantaran tertimpa atap yang beterbangan maupun bangunan yang roboh.
Tidak hanya merusak rumah warga, hujan dan iangin juga menumbangkan sejumlah pohon dan menimpa rumah, fasilitas umum, dan kabel listrik. Itu terjadi di Jalan Pondang, Jalan Rajawali, Pelabuhan Rambang, Jalan Banteng hingga Jalan Tjilik Riwut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan, Palangka Raya diterjang angin kencang disertai hujan dengan kecepatan 29-30 knot pada Selasa pagi.
“Berdasarkan perkiraan BMKG sampai pertengahan April mendatang cuaca ekstrim,” ujarnya.
Tempat ibadah di Jalan Kalimantan Gang Beringin rusak di bagian atap. Sepuluh rumah warga juga rusak.
Di Jalan Mendawai, ada empat rumah rusak dan di Jalan Anoy enam rumah rusak. Lalu di Jalan G Obos satu bangunan rusak. Pemkot Palangka Raya pun langsung melakukan berbagai koordinasi antarinstansi.
“Kita memberikan bantuan kepada masyarakat, bantuan dua juta dari pemerintah. Tidak ada korban jiwa, hanya ada satu luka ringan,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, di Pahandut ada sejumlah bangunan rusak, 17 pemukiman warga, satu tempat ibadah, satu sekolah dasar, dan 11 bangunan rusak parah.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berdiam diri di dalam rumah saat cuaca ekstrim. Jika berada di jalan, segera berteduh di bangunan kokoh. Jangan berteduh di bawah pohon maupun baliho yang sangat rawan tumbang.
”Kami ingatkan hal itu, sebab prediksi BMKG memang potensi angin dan hujan akan berlanjut hingga akhir April,” katanya.
Sementara itu salah satu pedagang Pasar Ramadan Bambang mengatakan, sejumlah lapak mengalami kerusakan. “Sudah diperbaiki oleh panitia Pasar Ramadan dan memang ada kerusakan. Sejumlah tenda terbang,” ungkapnya.
Kepala Pasar Ramadan Irfan mengatakan, akibat hembusan angin kencang itu sejumlah tenda terjungkal. Seluruhnya langsung diperbaiki dan para pedagang bisa berjualan seperti biasa.
”Pedagang bisa beraktivitas lagi. Yang tertiup angin ada tiga tenda, dan ada 12 lapak di bawahnya,” tandasnya. (daq/yit)
Editor : Slamet Harmoko