PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Stabilitas harga pangan jadi salah satu fokus pengawasan aparat kepolisian sepanjang Ramadan.
Aparat berupaya mencegah permainan harga dengan melakukan pengawasan secara berjenjang, mulai dari pedagang hingga distributor.
Hal tersebut ditegaskan Direktur Reskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Rimsyahtono saat melakukan pemeriksaan harga di pasar tradisional Palangka Raya, Senin (3/3).
Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi permainan. Meski demikian, pengawasan ketat akan terus diterapkan.
”Peninjauan sekaligus pengecekan bagi pedagang sampai tingkat pengecer. Alhamdulillah, untuk stok kebutuhan pangan, terutama sembako dalam kondisi aman," kata Rimsyahtono.
Rimsyahtono meminta masyarakat agar tak khawatir terhadap stok pangan maupun distribusi selama Ramadan hingga April mendatang. Di sisi lain, stabilitas harga masih terjaga di pekan awal puasa.
”Saat ini harga masih sesuai harga eceran tertinggi (HET). Namun, jika nanti kami menemukan harga lebih tinggi dari HET, akan dilakukan penelusuran mendalam hingga bagian bawah maupun atas, sehingga diketahui penyebab kenaikan. Kami akan lakukan penertiban dan mencari solusi,” tegasnya.
Lebih lanjut Rimsyahtono mengingatkan pedagang agar tak memanfaatkan momentum Ramadan, ketika permintaan tinggi, dengan melakukan penimbunan. Apabila ada pedagang melakukan hal tersebut, pihaknya akan menindak tegas.
”Terlebih jika memenuhi unsur pidana. Pedagang agar tidak menaikkan harga semena-mena,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji mengimbau masyarakat agar tak khawatir terkait ketersediaan bahan pokok di pasaran.
”Kami juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga di bulan Ramadan ini," katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kahayan, Sarah, mengatakan, beberapa hari Ramadan belum ada kenaikan signifikan. Harga daging sapi segar sekitar Rp150 ribu per kilogram.
Harga tersebut dipastikan naik menjelang Lebaran harga seiring tingginya permintaan, yakni bisa mencapai Rp170-180 ribu per kilogram. ”Saat ini masih stabil, tetapi nanti bisa naik hingga Rp180 ribu,” katanya. (daq/ign)
Editor : Slamet Harmoko