Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Terhambat Alur Sungai Mentaya, Kapal Besar Tak Bisa Sandar di Pelabuhan Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 3 Maret 2025 | 13:12 WIB
Manajer PT DLU Cabang Sampit Hendrik Sugiharto. YUNI/RADAR SAMPIT 
Manajer PT DLU Cabang Sampit Hendrik Sugiharto. YUNI/RADAR SAMPIT 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan alur Sungai Mentaya menjadi faktor utama yang menghambat kelancaran distribusi bahan pangan ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Akibatnya, kapal berkapasitas besar tidak dapat bersandar di Pelabuhan Sampit.

Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi ini. Jika kapal besar dapat masuk, harga sembako di Sampit bisa lebih terjangkau.

"Kita semua berupaya mencegah lonjakan harga barang, terutama karena Sampit memiliki peran sentral dan dekat dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah," ujarnya.

DLU berperan dalam mendukung distribusi bahan pangan ke Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, dengan mengandalkan kapal-kapal kecil yang beroperasi setiap empat hari sekali. Namun, pola ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan secara maksimal.

Hambatan utama terletak pada infrastruktur sungai yang masih dangkal dan tidak memungkinkan kapal besar melintas.

Akibatnya, pasokan bahan pangan terbatas, sehingga upaya pengendalian inflasi menjadi sulit.

"Bandingkan dengan Kalimantan Selatan, di sana harga bahan pokok lebih murah karena alurnya memadai untuk kapal besar," tambah Hendrik.

Pihaknya berharap pemerintah segera mengambil langkah dalam memperbaiki alur Sungai Mentaya agar distribusi logistik dapat lebih efisien. Dengan begitu, pasokan barang ke Kotim bisa lebih lancar dan harga pangan lebih stabil bagi masyarakat. (yn/yit) 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#sungai mentaya #Berita Sampit #sampit #distribusi logistik #kapal besar #kalteng