Selain membuat resah dan gelisah warga, mereka juga tidak memiliki identitas jelas dan kerap kali berteriak-teriak di tempat umum. Mereka pun mendapat perhatian serius dari tim gabungan dari pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP, dinas sosial, dinas perhubungan, puskesmas, dibantu aparat kepolisian.
Koordinator tim Damkar Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, satu ODGJ kembali dievakuasi lantaran dinilai membahayakan. “ODGJ itu biasanya berteriak dan mengetuk ngetuk pintu pedagang di pasar, sehingga membuat resah dan dan gelisah,” ujarnya, Selasa (25/2).
Dipaparkannya, sebelum dievakuasi ke rumah sakit jiwa, tim dengan sabar memandikan dan membersihkan tubuh ODGJ itu, lantaran sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. Selain itu diberikan pakaian yang baru. Dan yang bersangkutan tidak diketahui asalnya, karena tak memiliki tanda pengenal.
“ODGJ itu nama dan sukunya sudah lupa. Banyak ODGJ tanpa identitas di Kota Palangka Raya dan setiap hari bertambah dan bertambah. Namun tetap kami kasih makan,” ungkap Sucipto.
Selain itu lanjutnya, ODGJ itu saat dimintai keterangan, nampak berhalusinasi atau berkhayal, lupa ingatan karena faktor usia. Kemudian diantara ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei.
Ia menambahkan, saat dievakuasi yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan. Namun lantaran sikap tenang petugas dan diberikan pemahaman, akhirnya orang tersebut menurut dan tidak sampai membahayakan petugas.
“Diketahui ODGJ itu tidur di sekitar blok pasar daging dalam. Dikhawatirkan ia berbuat anarkis seperti membakar. Jadi ini untuk kesekian kalinya dievakuasi ODGJ tanpa identita. Semoga tidak ada lagi,” pungkas Sucipto.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama