Radarsampit.jawapos.com - Sebuah rumah di kampung Sumolawang Kidul, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dilaporkan porak poranda usai terjadi ledakan hebat tadi pagi.
Akibat kejadian tersebut, dikabarkan jatuh dua korban dari penghuni rumah di Lingkungan Sumolawang Kidul RT 01/RW 02 tersebut.
Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Ledakan mengakibatkan rumah seisinya hancur. Atap hingga dinding tembok rumah roboh.
Dari keterangan warga, mencuat spekulasi ledakan berasal dari tabung elpiji. Disebutkan pula, ledakan menyebabkan tembok roboh hingga mengenai penghuni rumah. "Ada yang bilang awalnya elpiji meledak," ujar Rahman, warga sekitar.
Saat ini, petugas kepolisian sudah mengamankan lokasi kejadian. Tampak kondisi rumah mulai depan hingga ke belakang sekitar 20 meter. Kondisinya hancur. Atap porak poranda.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan di rumah warga Dusun Sumolawang Kidul, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2024).
Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto (grup radar sampit), dua korban jiwa itu seorang perempuan dan anaknya. Keduanya dikabarkan meregang nyawa usai terjadi ledakan di rumahnya.
Korban disebutkan tertimpa atap dan tembok yang roboh akibat ledakan. Sampai kini belum diketahui pasti penyebab atau sumber ledakan yang memporak porandakan rumah tersebut.
Rumah di kampung Sumolawang Kidul itu diketahui kepunyaan seorang anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Dlanggu. Anggota itu bernama Aipda Maryudi.
Ledakan diperkirakan terjadi pukul 09.00 WIB. Akibatnya, rumah di Lingkungan Sumolawang Kidul RT 01/RW 02 luluh lantak. Atap hingga tembok tampak hancur.
Dari keterangan warga, mencuat spekulasi ledakan berasal dari tabung elpiji. Disebutkan pula, ledakan menyebabkan tembok roboh hingga mengenai penghuni rumah.
"Ada yang bilang awalnya elpiji meledak," ujar Rahman, warga sekitar.
Saat ini, petugas kepolisian sudah mengamankan lokasi kejadian. Tim inafis tampak tengah memeriksa lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. (fen/rm/jpg)
Editor : Slamet Harmoko