KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Cuaca buruk dengan ombak besar di musim angin tenggara, berdampak kepada aktivitas melaut nelayan di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan. Sebagian besar mereka ada yang menghentikan sementara aktivitas mencari ikan di laut.
Kondisi itu pun mempengaruhi stok dan harga ikan asin, khususnya di Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Kuala Pembuang.
Salah seorang pedagang ikan asin Mita mengungkapkan, beberapa jenis ikan asin, terutama yang berukuran besar seperti tenggiri, senangin, dan telang, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
“Rata-rata harga ikan asin naik sekitar Rp10 ribu dari harga normal. Seperti tenggiri dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. Kemudian ikan asin senangin dari Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan ikan telang justru kosong di pasaran,” ujarnya, Selasa (7/1).
Menurutnya, kelangkaan stok ikan asin disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari para pembuat ikan asin lokal di Kuala Pembuang, yang selama ini menjadi andalan para pedagang.
“Kami Pedagang berharap cuaca segera membaik agar pasokan ikan kembali normal dan harga stabil,” harap Mita.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya ketersediaan stok agar harga komoditas itu tidak terus melambung tinggi, di tengah permintaan pasar dari masyarakat yang semakin banyak.
Kota Kuala Pembuang memang dikenal sebagai penghasil ikan asin. Namun, cuaca ekstrem dan angin kencang saat ini membuat aktivitas melaut menjadi sangat terbatas, sehingga pasokan ikan segar untuk dijadikan ikan asin menurun drastis. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama