Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Sucipto menyampaikan, evakuasi pertama di Jalan Ratu Zaleha. Di lokasi ini sarang tawon vespa berada di bawah atap teras rumah warga. Membutuhkan waktu satu jam memindahkannya, agar tidak ada satu tawon pun yang lolos saat dievakuasi.
“Kita evakuasi malam hari, karena tawon tidak terbang malam hari. Jadi tiga sarang kita basmi dalam beberapa hari ini,” ujarnya, Minggu (5/1/2025).
Kemudian pihaknya mengevakuasi sarang tawon vespa di sebuah pohon di Jalan Rajawali. Di lokasi itu, tawon sempat menyengat dua anak-anak, hingga mengakibatkan keduanya kesakitan. Posisi sarang berada di ranting pohon Ketapang dengan ketinggian enam meter. Evakuasi juga dilakukan malam hari dan membutuhkan waktu satu jam, dengan menggunakan api.
“Lokasi kedua juga kami lakukan penanganan dengan baik dan selamat tanpa ada yang lolos 1 ekor pun,” sebut Sucipto.
Lalu lokasi ketiga, di Jalan Lampang G Obos. Ditempat itu, sarang tawon berada di resplang terpaksa dibakar dan dibasmi karena sudah menyerang dua orang warga. Saat itu, warga mencari makan untuk ternak, tiba-tiba disengat.
“Warga itu diserang tawon vespa dari bawah atap barak. Kami musnahkan sarang dan tidak ada satu tawon selamat. Kita semprot dengan pembasmi nyamuk dan evakuasi dilakukan malam hari,” terang Sucipto.
Sucipto menjelaskan, tawon vespa, terutama jenis vespa affinis dan vespa mandarinia, dikenal sebagai salah satu tawon yang dapat memberikan sengatan berbahaya bagi manusia.
“Tawon ini dapat ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Indonesia. Sengatan dari tawon vespa dapat menimbulkan berbagai efek yang berbahaya, bahkan dalam beberapa kasus dapat mengancam nyawa,” pungkasnya.
Sucipto menambahkan, jika disengat tawon vespa segera cari bantuan medis, terutama jika ada gejala alergi atau kesulitan bernapas. Cuci area yang disengat dengan sabun dan air untuk mengurangi risiko infeksi.Gunakan es atau kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
“Maka selalu saya ingatkan waspada dan kami pun melakukan evakuasi malam hari. Jadi tidak sembarangan,” tandasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama