Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Anak Buahnya Diduga Halangi Publik untuk Rekam Pemeriksaan Kecurangan, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Kapuas

Sabrianoor • Rabu, 27 November 2024 | 19:50 WIB
Ketua Bawaslu Kapuas Kapuas, Iswahyudi Wibowo saat menyampaikan tanggapannya atas insiden pelarangan merekam. (Istimewa)
Ketua Bawaslu Kapuas Kapuas, Iswahyudi Wibowo saat menyampaikan tanggapannya atas insiden pelarangan merekam. (Istimewa)

KUALA KAPUAS, radarsampit.jawapos.com - Pelaksanaan Pilkada Kapuas tengah menjadi sorotan, usai ditemukannya dugaan praktik kecurangan yang terjadi di TPS 04, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas (27/11).

Mendapat laporan, Bawaslu Kapuas langsung turun melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Sayangnya dalam proses pemeriksaan Bawaslu di lokasi kejadian telah menuai kontroversi .

Oknum Bawaslu dalam tim Gakkumdu secara jelas melarang publik untuk merekam jalannya pemeriksaan. Pernyataan tersebut sempat terekam kamera, hingga akhirnya oknum tersebut meminta mematikan kamera.

"Tolonglah semua video-video dimatikan," ucap salah seorang petugas Gakkumdu sambil menunjuk publik yang sedang merekam jalannya pemeriksaan.

Rekaman tersebut beredar di media sosial Kapuas dan menimbulkan tanda tanya. Ada maksud apa, Pihak Bawaslu meminta proses pemeriksaan tidak direkam warga di lokasi?

Hal ini menimbulkan kesan, seolah-olah ada yang ingin ditutupi mengingat prinsip Pilkada menjunjung tinggi asas keterbukaan.bTerlebih sikap tersebut dilontarkan di ruang publik dan lembaga yang dipercaya masyarakat dalam menjaga integritas Pilkada.

"Sikap tersebut sangat disayangkan, pernyataan tersebut bisa buat masyarakat menaruh curiga, mungkin ada indikasi permainan dibalik itu.Hal seperti ini mestinya hati-hati dalam bersikap. Rawan persepsi negatif bermunculan" respon warga Kapuas yang tidak mau disebutkan namanya.

Radar Sampit mencoba menemui langsung Ketua Bawaslu Kapuas, Iswahyudi Wibowo di Kantor Bawaslu Kapuas, Jalan Maluku pada Rabu (27//11/2024) malam. Hal iitu dilakukan guna menjernihkan permasalahan dari opini yang terlanjur berkembang di masyarakat. Kebetulan saat itu dirinya berada di lokasi ketika peristiwa berlangsung.

Didampingi stafnya, Iswahyudi mengklarifikasi apa yang dilakukan oleh bawahannya itu tidak bermaksud untuk menghalang-halangi maupun menutupi jalannya pemeriksaan kepada publik. Pihaknya berdalih permintaan untuk tidak mengambil video karena petugas yang memeriksa merasa terganggu.

"Karena saat itu kami sedang penanganan dan banyak yang berkumpul sehingga terlontar ucapan melarang video, sebenarnya kami tidak bermaksud menghalangi-halangi publik untuk tahu," ucap Iswahyudi dalam klarifikasinya kepada Radar Sampit. (sbn/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#kapuas #kecurangan pilkada #Pilkada Kapuas #BAWASLU #kalteng