Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ternyata Ini Alasan AKP Dadang Habisi Kasat Reskrim dan Berondong Tembakan Rumah Kapolres Solok Selatan

Slamet Harmoko • Selasa, 26 November 2024 | 12:02 WIB
JUMPA PERS: AKP Dadang Iskandar tersangka kasus penembakan AKP Ryanto Ulil Anshar dihadirkan saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Sabtu (23/11/2024). (ANTARA/Fathul Abdi)
JUMPA PERS: AKP Dadang Iskandar tersangka kasus penembakan AKP Ryanto Ulil Anshar dihadirkan saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Sabtu (23/11/2024). (ANTARA/Fathul Abdi)

Radarsampit.jawapos.com - Misteri motif sadis Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar menembak mati Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar pada Jumat 22 November 2024, akhirnya terungkap.

Di Polda Sumatera Barat, AKP Dadang Iskandar mengaku nekat menembak AKP Ulil karena tidak merespons permintaannya untuk membebaskan rekannya yang ditangkap terkait perkara tambang ilegal.

Beberapa jam sebelum kejadian penembakan, AKP Ulil dan anak buahnya menangkap palaku tambang ilegal dan membawanya ke Polres Solok Selatan untuk diperiksa.

Kecewa permintannya tidak direspons, AKP Dadang Iskandar naik darah dan menembak AKP ulil menggunakan pistol miliknya.

Dua peluru tepat bersarang di kepala AKP Ulil. Tidak hanya itu, AKP Dadang juga melepaskan tujuh tembakan ke arah rumah dinas Kapolres Solok Selatan.

Pengakuan Dadang Iskandar tersebut dibenarkan Dirreskrimum Polda Sumatra Barat Kombes Pol Andri Kurniawan.

Dia mengatakan, Dadang tidak senang Ulil menangkap rekannya yang diduga pengusaha tambang ilegal.

"Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka terkait motif yang bersangkutan lakukan adalah rasa tidak senang, dimana rekanan pelaku ini dilakukan penegakan hukum oleh korban di Polres Solok Selatan, sehingga ketika yang bersangkutan mencoba meminta tolong, kemudian tidak ada respons. Selanjutnya yang bersangkutan melakukan penembakan," kata Andri.

"Ya, ini akan kita dalami kembali (penambang ilegal). Itu sementara keterangan dari tersangka yang kita dapatkan, tentu kami penyidik akan terus mendalami," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, dia telah telah memerintahkan pengusutan kasus ini secara menyeluruh, baik dari aspek etik maupun pidana.

"Pak Kapolda sudah melaporkan kepada saya terkait peristiwa yang terjadi, dan saya minta untuk mendalami motifnya. Namun, yang jelas saya sudah perintahkan agar kasus itu diproses tuntas terhadap pelakunya. Oknum pelaku dari institusi agar ditindak tegas, apakah itu proses etik maupun pidananya," ujar Kapolri dalam pernyataannya, Jumat (22/11/2024).

Kapolri juga menyoroti pentingnya mendalami motif di balik kasus ini. Menurutnya, jika motif yang ditemukan mencederai institusi, pelaku harus diberikan tindakan tegas tanpa pandang bulu.

Kompolnas telah melakukan pengecekan di tempat kejadian AKP Ryanto Ulil Anshar ditembak AKP Dadang Iskandar pada Senin, 23 November 2024. Termasuk melihat rumah dinas Kapolres Solok Selatan yang turut di brondong tembakan pada Jumat, 22 November 2024.

Dia menyebut, dari pengecekan di rumah dinas Kapolres Solok Selatan didapati bekas peluru. Ada di kaca depan, jendela kamar, hingga tempat tidur.

"Yang ada bekas itu kaca depan, itu tembus sampai ke kursi tamu, lalu di tempat tidur, ini ada kacanya. Kaca pertama, kaca kedua, tiga tembakan (jendela kamar), terus saya cek ke dalam tempat tidurnya kena, bolong," imbuhnya.

Beruntung, kata Arief, Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti selamat karena ajudannya cepat mengamankan.

"Rupanya begitu Kapolres dengan ajudan mendengar ada suara tembakan dua kali itu, ajudan membawa masuk ke ruang tengah, kalau enggak, kena itu," ujar Arief.

Ia mengungkapkan, ajudan saat itu sigap membawa Kapolres berlindung di ruang tengah rumah dinas, sehingga selamat dari berondongan tembakan AKP Dadang Iskandar.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyebut hubungan Kapolres Solok Selatan bersama AKP Dadang selama ini baik-baik saja.

"Saya dapat laporan dari Kapolres (Solok Selatan) hubungannya baik-baik saja selama ini. Justru tersangka (AKP Dadang) ini penghibur terhebat di Polres-nya," kata Suharyono di Mapolda, Minggu (24/11/2024).

"Kalau ada acara sertijab, dia (AKP Dadang) ditunjuk, dia nari-nari, joget-joget. Sebenarnya kan unpredictable, kita tidak tahu emosi seseorang saat dia mengalami sesuatu kemudian melakukan sesuatu, itu yang sedang kita dalami," tambahnya.

Konflik berdarah yang melibatkan sesama anggota polisi kembali terjadi. Kali ini Kabag Ops Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, AKP Dadang Iskandar menembak mati Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Ashar.

Perwira dengan tiga balok di pundak itu meregang nyawa usai peluru bersarang di kepalanya pada Jumat (22/11/2024).

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Dwi Sulistyawan dikonfirmasi membenarkan insiden tragis ini.

"Iya benar terjadi penembakan," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi pada Jumat (22/11/2024).

Dwi juga menjelaskan bahwa kasus yang diduga terjadi di kawasan Mapolres Solok Selatan, Nagari Lubuk Gadang ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh Polda Sumbar.

"Untuk kasusnya masih dalam tahap penyelidikan, perkembangan selanjutnya akan disampaikan," tambahnya.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat (22/11) sekitar pukul 00.43 WIB, lokasi kejadiannya adalah kawasan Kantor Polres Solok Selatan.

Perwira yang berposisi sebagai terduga penembakan menembak rekan sejawatnya menggunakan senjata api, hingga mengenai bagian kepala.

Akibatnya korban mengalami luka yang amat serius dan harus dirujuk ke Kota Padang untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.

Pada pukul 08.40 WIB diperoleh kabar bahwa perwira yang menjadi korban penembakan meninggal dunia di rumah sakit. Nyawanya tidak dapat terselamatkan akibat luka yang cukup serius.

Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap fakta di balik tragedi ini dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Dwi Sulystiawan mengungkapkan bahwa Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar diduga mengalami gangguan mental setelah menembak mati AKP Ulil Ryanto Anshari.

Oleh karena itu, proses pemeriksaan oleh penyidik berjalan tidak seperti kepada orang normal.

"Kita saat ini menghadapi anggota yang sedang gangguan mental begitu, sehingga kalau kita nanti pakai dengan kekerasan tentu dia nanti enggak akan terbuka, jadi kita baik baikin supaya dia terus terang bicaranya begitu," katanya.

Dalam video yang beredar, Dadang menjalani pemeriksaan dengan santai. Dia tak diborgol. Selain itu bisa sambil merokok. "Ini upaya supaya dia mau mengakui. Kalau kita tidak baik - baik dengan dia takutnya dia enggak mau terus terang kan begitu," imbuhnya.

Kasus itu adalah peristiwa penembakan yang dilakukan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar kepada Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari. (jpc/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#polisi tembak polisi #AKP Dadang Iskandar #solok selatan #AKP Ulil Ryanto Anshar #polres solok selatan