Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diduga Dikeroyok, Pemuda Sampit Meninggal setelah Dirawat di Rumah Sakit

Fahry Ilhami Samosir • Senin, 18 November 2024 | 10:14 WIB
ilustrasi pengeroyokan/Jawa Pos Radar Bromo
ilustrasi pengeroyokan/Jawa Pos Radar Bromo

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Ansyori Muslim (22), warga Jalan H Anang Santawi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pemuda itu harus hilang nyawa di usia muda setelah diduga dianiaya sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Ansyori kehilangan nyawanya setelah menjalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit sejak Jumat (8/11/2024) malam lalu. Sekujur tubuhnya penuh luka, mulai dari kepala, kaki, dan kedua tangannya.

Kondisi Ansyori yang kritis diketahui keluarga saat seorang temannya mendatangi kediaman korban, mengabarkan kondisi Ansyori yang tak sadarkan diri.

Kabar itu langsung direspons keluarga dengan membawa Ansyori ke RSUD dr Murjani Sampit.

”Temannya bernama Fajrianur datang ke rumah memberitahu kalau anak kami sedang terbaring dalam keadaan tak sadarkan diri di rumahnya (Fajrianur, Red),” ujar Rohana ibu kandung korban, Minggu (17/11).

Rohana menuturkan, kondisi anaknya sangat memperihatinkan. Di bagian kepala sebelah kanan mengalami luka robek. Tangan dan kakinya luka lebam, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Sejumlah luka itu membuat keluarga korban menduga Ansyori habis dianiaya. Pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Ketapang.

”Anak kami sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Selanjutnya dia dirawat kembali di rumah. Jumat (15/11/2024) lalu, korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepalanya,” ujar Rohana.

Rohana mengaku tak tahu pelaku dan lokasi anaknya dianiaya. Namun, pihak keluarga mencoba menyelidiki dengan cara mereka sendiri, mencari pelakunya.

”Kami sudah ada mengantongi dua identitas terduga sebagai pelakunya. Mudah-mudahan kami bisa bukti kalau dua orang itu pelakunya,” tegas Rohana.

Informasi dihimpun Radar Sampit, sehari sebelum dilarikan ke rumah sakit, korban sempat menghubungi Fajrianur untuk menemaninya menjual ponsel di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

Sore harinya, dia pulang ke rumah dan bertemu ayahnya yang sedang sakit parah. Setelah menyempatkan diri merawat sang ayah, pemuda itu lalu kembali pergi meninggalkan rumah.

Hingga malamnya, korban ditemui kerabatnya dalam keadaan tak berdaya dengan penuh luka di tubuhnya.

Rekan korban baru menginformasikan kejadian itu setelah keesokan harinya pada ibu korban.

”Kami berharap cepat atau lambat pihak kepolisian segera mengungkap kasus kematian anak kami,” katanya. (sir/ign)

 

Editor : Slamet Harmoko
#pengeroyokan #sampit #penganiayaan #pembunuhan #pemuda #rumah sakit