SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah mesin partai politik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Timur disinyalir memilih pasif memenangkan jagoannya. Paslon lebih mengandalkan relawan dibandingkan partai koalisi yang mengusung.
”Sampai hari ini saya tidak ada dilibatkan. Jangankan rapat persiapan pemenangan, dihubungi sekadar mengajak untuk bergabung saja saya tidak ada,” kata seorang politikus di Kotim yang meminta namanya tak disebutkan, Minggu (3/11).
Politikus ini mengaku kecewa dengan paslon yang diusung partainya. Menurutnya, sejak awal dia melihat paslon tersebut kurang mempercayai mesin partai, yakni struktural partai di tingkat daerah hingga desa.
”Saya kira lebih enak begini. Saya tidak disibukkan dengan kegiatan sosialisasi. Yang pasti, kalau dihubungi siap bekerja. Kalau tidak dihubungi artinya kita tidak dipakai,” katanya.
Hal senada disampaikan anggota partai pengusung paslon lainnya. Dia memilih berdiam diri lantaran kecewa terhadap paslon. Selama masa kampanye, dia tidak pernah dilibatkan sama sekali.
”Saya juga mungkin sama begitu. Dari beberapa usulan dan pendapatan saya yang saya sampaikan saat pertemuan tim tidak pernah ada respons. Kalau begitu, saya lebih baik pasif dan mengerjakan tugas lain,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Sanidin-Siyono Juliansyah mengatakan, pihaknya menggerakkan relawan maupun mesin partai untuk pemenangan. Khusus bagi kader Gerindra, baik di Fraksi DPRD, DPC, hingga PAC, harus sama-sama memenangkan paslon yang diusung.
”Kami mendapatkan instruksi dari DPP, bahwa untuk di Kotim harus digerakkan semua mesin partai maupun relawan untuk pemenangan karena target kemenangan,” katanya.
Terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng Arthon S Dohong menekankan pada jajaran PDIP di seluruh lapisan, khususnya di Kotim, wajib memenangkan paslon yang diusung PDIP, yakni Halikinnor-Irawati serta Nadalsyah-Supian Hadi di Pilgub Kalteng.
”Target kami menang, maka semuanya harus bergerak, karena ini adalah perintah partai. Jadi, sebagai kader, harus memenangkan dan melaksanakan perintah partai itu. Ini tegas kepada kader fraksi dan juga seluruh jajaran dan tingkatan pengurus PDIP,” kata Arthon.
Adapun salah satu pentolan tim pemenangan Muhammad Rudini-Paisal Darmasing, Dadang Siswanto, mengatakan, paslon nomor urut 3 tersebut hanya diusung satu partai, yakni PAN, sehingga timnya lebih minimalis.
”Kami memastikan mesin partai kami bergerak maksimal. Ditambah dengan sayap partai hingga relawan dan komunitas yang sudah menyatakan bergabung ke paslon RP,” kata Dadang, beberapa waktu lalu. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko