Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Virus Lari Menjangkiti Warga Indonesia, Tidak Hanya Sehat, Tapi Menjaga Mental dan Bikin Happy

Heru Prayitno • Minggu, 3 November 2024 | 19:09 WIB
Photo
Photo

Radarsampit.jawapos.com - Indonesia sedang gandrung lari. Hampir tiap akhir pekan, dihelat beragam running race.

Mulai yang jarak 5 kilometer, 10 km, half marathon (HM), sampai full marathon (FM). Dan, sebagian besar race-race tersebut memenuhi target jumlah peserta.

Itu tidak hanya berlaku untuk race-race besar yang penyelenggaranya di kota-kota besar, di kota/kabupaten pun ramai penyelenggaraan race.

Untuk race ternama, tidak butuh waktu lama mendapatkan peserta. Tiga kategori pertama –5K, 10K, dan HM– umumnya langsung sold-out begitu pendaftaran dibuka.

Project Director Maybank Marathon Widya Permana menyebutkan, mungkin sudah waktunya Indonesia punya Indonesia Marathon Majors. Semacam World Marathon Majors (WMM), tetapi versi Indonesia.

”Sudah banyak race besar di Indonesia ini. Kita bikin lah WMM Indonesia. Nanti sama seperti di WMM, kalau lengkap lari FM di race yang masuk list, bisa dapat Six Star Medal,” kata Widya saat dijumpai beberapa waktu lalu. 

Jumlah Running Enthusiast Indonesia Naik Tiga Kali Lipat

Ide Widya tersebut tidak terlepas dengan antusiasme running community di Indonesia. Pertumbuhannya pesat sekali pada 2024 ini.

Berdasar data yang dirilis Garmin, perusahaan penyedia perangkat teknologi sport, jumlah pelari di Indonesia per Mei tahun ini adalah 80.490 orang.

Angka tersebut berdasar mereka yang menggunakan Garmin watch dan menghubungkannya dengan aplikasi Garmin Connect. Aplikasi itu menjadi salah satu aplikasi untuk me-record –seperti kecepatan, jarak, detak jantung, dan elevasi– saat berlari.

Dan, jumlah 80.490 pelari tersebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan Mei tahun lalu yang hanya 35.696 orang. Karena itu, tidak mengherankan bila perhelatan race jadi incaran para running enthusiast.

Popularitas itu pun semakin melambung seiring para seleb Indonesia yang juga mulai berlari. Bukan hanya mereka yang sejak lama kenal lari seperti Puteri Indonesia 2002 Melanie Putria, Ibnu Jamil, dan Daniel Mananta. Running newbie macam Yura Yunita, Nirina Zubir, Gisella Anastasia, Raffi Ahmad, dan Ussy Sulistiawaty adalah mereka yang juga jatuh cinta pada olahraga tersebut.

Tidak sekadar lari, sebagian besar seleb memiliki passion lari yang tidak main-main. Mereka punya pelatih, jadwal latihan, dan target mengikuti race, utamanya race besar di luar negeri yang masuk list WMM.

Postingan pencapaian seleb-seleb itu di akun media sosial mereka membawa good vibes untuk masyarakat yang melihatnya. Ujungnya, ikut tertarik untuk lari. Begitu sudah kenal dan kemudian jatuh cinta, umumnya mereka tidak mudah lepas dari olahraga tersebut.

Daniel Mananta, misalnya. Bagi mantan MC Indonesian Idol dan DJ MTV itu, lari adalah wadah untuk menjaga mentalnya tetap waras. Pun sebagai waktu untuk diri sendiri.

Memulai lari sejak 2016, Daniel melengkapi lima medali WMM di Tokyo, London, Berlin, Chicago, dan New York. ”Lari itu meditasi untuk gue. Ketika lari, sudah tidak lagi mikir yang lain. Cuma diri sendiri, napas, dan lingkungan sekitar,” ujar Daniel.

Tidak bisa lepas dari lari juga dirasakan pemeran utama wanita dalam film Jatuh Cinta seperti di Film-Film, Nirina Zubir.  ”Lari sekarang ini menjadi bagian penting dalam hidup Na karena itu bikin bahagia. Dan, dari lari, Na bisa lebih mempelajari diri juga melakukan perbaikan yang bisa terlihat langsung kalau kita berlatih dengan benar,” tulis dia dalam salah satu postingan di akun Instagram-nya.

Nirina sendiri baru saja menyelesaikan WMM keduanya di Berlin Marathon September lalu setelah menyelesaikan New York Marathon pada November 2023.

”Na menjadikan maraton ini salah satu cara tuk selebrasi hidup dengan segala hiruk pikuk dramanya. Tapi, insya Allah masih berupaya tuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di depan mata yang kemudian di ujungnya bisa mendapatkan sebuah medali hidup sebagai tanda upaya kita berlatih mencapai tujuan dengan pikiran yang sehat, hati kuat, dan badan juga kaki yang nyaman,” tulisnya lagi. 

Bukan hanya Daniel, manfaat lari juga dirasakan Saykoji. Rapper dengan nama asli Ignatius Rosoinaya Penyami tersebut mulai lari sejak dua tahu lalu.

Dia memulainya karena sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. ’’Pertama kali justru saya sadar ga bisa langsung lari. Jadi, dua tahun lalu saya memutuskan untuk mulai jalan kaki,’’ ujarnya.

Keputusan untuk mulai olahraga itu datang setelah mengetahui kenyataan bahwa detak jantungnya sehari-hari tinggi sekali. Bahkan saat dia sedang santai. Jalan kaki saja sudah membuatnya gampang sakit dan badannya mudah lelah.

Kali pertama olahraga, dia merasa tidak enak. Awalnya dia merasa tidak nyaman dan sulit memotivasi diri untuk bergerak. Tapi, demi kesehatan, bapak dua anak itu terus melangkahkan kaki. ’’Sekarang lari sudah jadi kebiasaan rutin,’’ tambahnya.

Begitu sudah terbiasa lari, Saykoji mulai melirik untuk ikut race. Tahun lalu dia ikut kategori 5K di Jakarta Marathon (Jakmar) yang digelar pada Oktober 2023. Saat itu oleh pelatihnya, dia diajari drill pemanasan sederhana sebelum event race berlangsung.

Namun, drill itu belum rutin dilakukan. Kini pelatihannya lebih intens. Ada drill warm up, strength training, dan rutin long run setiap minggu. Jakmar 2023 tersebut menjadi pengalaman paling berkesan bagi Saykoji.

Sebab, itu adalah pengalaman perdananya berlari bersama ribuan orang. ’’Tidak akan terlupakan karena energinya sangat masif dan saya selesai sedikit di bawah cut off time 1 jam untuk 5K,’’ terang pelantun lagu So What Gitu Loh tersebut.

Kini dia sudah jauh lebih terlatih. Saat mengikuti kategori 10K di Jakarta Running Festival 2024 awal bulan ini, Saykoji mencatatkan waktu 1 jam 44 menit. Pada Sabtu (19/10) lalu, dia bisa lari solo 10K dengan waktu 1 jam 38 menit.

Saykoji tidak hanya ingin berlari untuk kesehatan dan mencetak rekor pribadi. Tapi, dia juga ingin memberikan sumbangsih bagi negeri.

Dia ikut misi kebaikan Jelajah Timur, Run for Equality yang berupa charity run untuk pengadaan air bersih di wilayah NTB dan NTT kemarin (26/10). Dalam ajang itu, dia mengambil jarak 12K. (sha/c7/tia)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#olahraga #lari #virus #indonesia #garmin #marathon #warga