Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebakaran Hebat Melanda Komplek Pergudangan di Banjarmasin, Satu Relawan Damkar Tewas

Sabrianoor • Minggu, 3 November 2024 | 01:05 WIB
Kebakaran hebat melanda kompleks pergudangan barang pecah belah di Jalan Belitung Barat, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kebakaran hebat melanda kompleks pergudangan barang pecah belah di Jalan Belitung Barat, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Radarsampit.jawapos.com - Kebakaran hebat melanda kompleks pergudangan barang pecah belah di Jalan Belitung Barat, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Musibah tersebut pertama kali terpantau warga pada Sabtu (2/11/2024) sekitar pukul 22.00 WITA ( 02/11).

Tak perlu waktu lama, api begitu cepat meluas hingga seluruh gudang terbakar semua.Petugas pemadam kebakaran setempat segera terjun ke lokasi.

"Api sangat besar, petugas yang ada tidak memadai.Permukiman disekitar mulai terdampak" kata salah seorang relawan damkar ketika menyampaikan informasi di grup relawan BPK Kapuas.

Dirasa petugas yang ada kurang memadai dalam memadamkan api sejumlah relawan di kota-kota terdekat sekitar Banjarmasin berdatangan, tak terkecuali dari Kuala Kapuas.

"Selang satu jam, api semakin membesar.Petugas disana kewalahan,sehingga seluruh relawan BPK dari Kuala Kapuas ikut membantu" ucap Yud, relawan BPK Kapuas.

Diketahui ada 16 Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) ditambah Tim BPBD yang ada di Kuala Kapuas menuju ke lokasi kebakaran di Banjarmasin. Rute Kuala Kapuas - Banjarmasin dipenuhi sirine mobil pemadam.

"Sesampainya di lokasi kebakaran, area jalan maupun gang telah dipenuhi puluhan mobil pemadam BPK. Api masih terus membesar," kata Yud

Bertambahnya petugas pemadam hingga puluhan regu, tak lantas membuat api segera padam.

Api malah terus berkobar kurang lebih 4 jam, sedangkan informasi di lapangan telah banyak relawan yang kelelahan.

"Untuk korban yanh terbakar tidak diketahui.Namun petugas banyak yang dilarikan ke RS" tambah Yud.

Saat petugas masih terus berjibaku dengan api, beredar informasi yang menyatakan salah seorang relawan atas nama Muhnidin (22) warga Kelayan A Banjarmasin, yang sebelumna ikut memadamkan api diketahui meninggal dunia usai dilarikan ke RS Suaka Insan Banjarmasin.

Peristiwa memilukan ini cukup memukul para relawan disaat api tak kunjung padam.Banyak dari mereka kelelahan, usai berjibaku dengan api berjam-jam.

Sementara itu saat api sudah mengalami penurunan usai 4 jam lamanya melakukan proses pemadaman yaitu sekitar Pukul 02.30 WITA (03/11) petugas dan relawan berangsur -angsur kembali ke tempat masing-masing.

"Kurang lebih satu jam kemudian, saat kita berbalik arah kembali didapatkan informasi dari rekan yang masih di lapangam api kembali membesar" ungkap salah seorang relawan BPK Kapuas.

Adanya laporan ini, membuat petugas dan relawan kembali menuju lokasi .Benar saja, api yang sudah mengecil kembali membesar.Hal itu membuat petugas yamg sudah samgat kelelahan terus membasahi lokasi kebakaran.

Informasi terakhir hingga pagi hari (03/11) diketahui api masih aktif.

"Banyaknya barang dari plastik membuat api sulit dikendalikan.Untuk penyebab dan kerugian, karena api masih aktif, Tim BPBD akan segera melakukan pendataan dan penyelidikan setelahnya" ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin dalam pernyataan resminya.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melaporkan seorang relawan pemadam kebakaran (damkar) bernama Muhinidin (22) meninggal dunia dalam kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah gudang plastik di Jalan Belitung Darat, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin Husni Thamrin di Banjarmasin, Minggu, mengatakan kebakaran hebat tersebut terjadi pada Sabtu (2/10) malam sekitar pukul 22.15 WITA, bahkan petugas masih berjibaku menjinakkan kobaran api hingga pagi hari tadi.

“Petugas sudah menangani sejak awal kejadian. Bahkan, saat ini petugas pun masih penanganan karena status api masih aktif hingga sekarang,” ujarnya.

Husni menyebutkan relawan damkar meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dari lokasi kebakaran. Kobaran api yang besar dan asap yang tebal menyebabkan petugas kesulitan menjangkau titik-titik api.

“Petugas kesulitan karena yang terbakar berbahan plastik dan barang pecah belah sehingga api cepat merambat dan sulit dikendalikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan meskipun akses jalan ke lokasi kejadian cukup mendukung, sekitar 10 meter. Namun, petugas belum selesai menangani akibat titik-titik api yang cukup membahayakan jika tidak ditangani dengan hati-hati.

Husni mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui pasti, serta jumlah kerugian belum dapat ditaksir karena saat ini petugas gabungan masih melakukan tahapan penyelidikan. Termasuk akibat lainnya belum bisa ditelusuri karena status api masih aktif.

Karena kobaran api cukup hebat, kata dia, petugas gabungan berbagai unsur berdatangan dari luar Kota Banjarmasin, termasuk dari Provinsi Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Kalimantan Selatan juga turut ikut membantu petugas damkar.

Husni menyebutkan dalam penanganan kebakaran sejak malam kemarin hingga pagi ini, ada sekitar 200 petugas gabungan yang silih berganti menjinakkan si jago merah tersebut. Dari laporan di lapangan, api sempat kembali berkobar cukup besar saat cuaca sudah mulai terang.

“Meski status api masih aktif, namun tidak lagi separah beberapa jam lalu. Petugas gabungan segera menyelidiki penyebab kebakaran dan dampak lain yang berpotensi terjadi,” ujarnya. (sbn/ant/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#gudang terbakar #relawan damkar #kebakaran #kalsel #relawan kebakaran #kebakaran banjarmasin