Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sebelum Menerkam Badaruzaman, Ternyata Keluarganya Sudah Diteror Buaya Selama Sebulan

Heny Pusnita • Selasa, 22 Oktober 2024 | 18:52 WIB

Camat Teluk Sampit Asyari saat menjenguk ke rumah keluarga korban.
Camat Teluk Sampit Asyari saat menjenguk ke rumah keluarga korban.

Rumah Panggung Digoyang, Itik Milik Korban Lebih Dulu Dimangsa 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Keluarga korban yang diserang buaya mengaku rumahnya telah diteror buaya selama sebulan.

Namun, tak hanya itik milik korban yang mati, buaya juga menyerang penghuni rumah hingga meninggal dunia.

"Sudah satu bulan ini, hampir tiap hari buaya mengintai rumah kami. Terkadang saat malam hari, tiang pondasi rumah digoyang. Kami yang di dalam, merasa rumah kadang bergerak," ucap Raisa (20) anak sulung Badaruzaman yang menjadi korban terkaman buaya, Selasa (22/10).

Rumah korban berkonstruksi kayu seperti rumah panggung yang letaknya menghadap ke Sungai Parebok, tepatnya di Jalan Bagus Syuhada RT 2 RW 1, Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng.

Di bagian belakang rumah korban terdapat kandang ayam dan itik yang memicu kedatangan buaya.

"Di belakang rumah dekat kandang ada parit, buaya pernah makan itik kami," katanya.

Saat kejadian nahas itu menimpa Badaruzaman (53), di dalam rumah hanya ada Raisa seorang diri.

Sedangkan, ibunya sedang keluar kota dan adiknya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Saat itu korban baru pulang memanen kelapa di kebun kelapa yang tak jauh dari rumah korban. Kelapa itu kemudian dikumpulkan ke parit yang berjarak sekitar 1 Km rumah korban.

"Malam itu Abah datang dari kebun membawa kelapa yang diturunkan ke parit. Selesai dari situ, mandi sekitar jam 21.00 WIB malam, di pinggir sungai depan rumah," ujarnya.

Raisa yang berada di dalam rumah, sontak bergegas keluar setelah mendengar suara ayahnya yang teriak minta tolong.

"Saya dengar suara teriakan minta tolong, melihat Abah diterkam buaya didekat tangga lanting. Saya panggil paman dekat rumah, sempat dibantu ditarik tapi terlepas diseret buaya ke tengah sungai," katanya.

Warga kampung yang sudah terlelap tidur dibuat kaget keluar rumah mendatangi titik lokasi kejadian setelah mendengar kabar korban diterkam buaya.

Kepala Desa Parebok Indrayoto Saidin Ali mengatakan pencarian korban dilakukan selama kurang lebih 4 jam.

Korban ditemukan mengapung diseberang Sungai Parebok selebar 30 meter dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Korban ditemukan sekitar jam 01.00 WIB di seberang sungai dan langsung dievakuasi. Ada 300an warga yang terus mencari keberadaan buaya, setelah 1,5 jam pencarian buaya muncul langsung di tombak dan dimasukkan dalam perangkap jaring," kata Indra.

Buaya kemudian diangkat sudah dalam kondisi mati, lalu dikuburkan berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

"Saat kejadian saya tidak ada di lokasi, informasi dari warga, setelah diangkat buaya sudah mati dan dikuburkan sekitar jam 03.00 WIB dini hari tadi," ujarnya. 

Sedangkan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Saat diangkat dari sungai ke atas, korban sudah meninggal dunia. Kedua kaki tangan korban masih utuh tetapi mengalami patah tulang, ada sobekan di kaki, luka di kepala dan di wajah. Korban sudah di makamkan jam 08.00 WIB pagi tadi di Desa Parebok," tandasnya. (hgn)

Editor : Slamet Harmoko
#Teluk Sampit #diterkam buaya #buaya #tewas #desa parebok #sampit #kotim #korban #teror buaya #kalteng