PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Lima warga RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, tersesat di dalam hutan konservasi Afdelling 3 dan 4 PT Usaha Agro Indonesia (UAI), Desa Babual Baboti, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Mereka sudah hilang kontak dengan keluarga sejak Rabu 16 Oktober 2024. Rombongan ini mencari terucuk dengan masuk kawasan hutan konservasi yang merupakan hutan larangan yang dikeramatkan warga sekitar.
Kabar hilangnya lima pencari terucuk tersebut membuat aparat dari Polsek Kotawaringin Lama, Pos SAR Pangkalan Bun, Basarnas Palangka Raya, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan bergerak menuju lokasi di Desa Babual Baboti.
Kendati demikian, aparat masih belum bergerak melakukan pencarian lantaran belum ada kepastian apakah mereka tersesat atau hanya sulit melakukan komunikasi sambungan telepon lantaran tidak ada sinyal.
Simpang siur kabar hilangnya lima orang itu terjawab. Pada Kamis siang, masuk voice note dari salah satu pencari terucuk kepada istrinya yang mengabarkan bahwa mereka tersesat dan kehilangan arah di dalam hutan.
Sementara kondisi fisik mereka sudah parah, dua rekan mereka bahkan nyaris tidak mampu berjalan.
Dalam rekaman suara yang dikirim melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp tersebut, bahkan mereka meminta bantuan helikopter untuk dapat menemukan mereka.
Pesan suara tersebut menjadi petunjuk bagi tim penyelamat untuk segera bergerak masuk ke dalam hutan guna mencari keberadaan mereka.
Akhirnya tim menemukan ke lima orang tersebut, dan semuanya dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi keluar dari dalam hutan.
Kasiops Basarnas Palangka Raya Salman mengatakan, para pekerja pencari terucuk tersesat di hutan konservasi PT UAI. Mereka telah ditemukan oleh tim rescue yang diterjunkan.
"Untuk datanya masih menunggu dokumentasi dari lapangan, mereka belum bisa dihubungi," pungkasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun dari lapangan, lima pencari trucuk tersebut saat ini telah dievakuasi menggunakan ambulans PMI, dan kelima pekerja dalam keadaan selamat. Mereka ditemukan oleh tim pencari sedang berada di sebuah pondok dalam hutan tersebut. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko