Titip Pesan Lanjutkan Pembangunan Tower Jaringan Listrik di Pulau Lepeh
Radarsampit.jawapos.com - Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Sampit, Sesen, mengakhiri tugasnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebelum bertolak ke tempat tugas yang baru, dia berpamitan pada sejumlah mitra dan koleganya.
Masa tugas tak ada yang tahu, seberapa singkat atau seberapa lama amanah itu dilaksanakan. Jika sudah saatnya pimpinan memerintah pindah tugas pada satu daerah ke daerah lain, maka saat itulah tanjakan karir sedang diuji.
Itulah yang saat ini dialami Sesen, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Sampit yang kini dipercaya mengemban amanah baru menjabat sebagai Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya.
Selama bertugas sejak 1 September 2022 hingga 1 Oktober 2024, Sesen telah menyelesaikan banyak tugas. Salah satunya memperjuangkan keandalan jaringan listrik di Kecamatan Pulau Hanaut.
Selama ini, masyarakat Pulau Hanaut mengandalkan pasokan listrik yang bersumber dari jaringan listrik di Kelurahan Mentaya Seberang membentang sepanjang 30 km sampai Babaluh Kecil Desa Rawa Sari atau ujung utaranya Kecamatan Pulau Hanaut.
Yang menjadi persoalan, sepanjang 30 km jaringan listrik ditutupi hutan sehingga akses sulit dijangkau ditambah seringnya hewan liar seperti kera yang melintasi kabel jaringan hingga mengakibatkan jaringan listrik di Kecamatan Pulau Hanaut terganggu.
”Jaringan listrik yang ditutupi hutan ini menyulitkan petugas kami ketika melakukan perbaikan ataupun pemeliharaan jaringan, sehingga jaringan listrik sering mengalami gangguan," katanya.
Solusi lain sudah ia pikirkan matang-matang dalam beberapa tahun terakhir. Sesen telah mengusulkan ke pusat untuk menganggarkan pembangunan empat tower, salah satunya di Pulau Lepeh untuk membuka atau memperluas jaringan listrik baru yang akan memperkuat keandalan tenaga listrik di Kecamatan Pulau Hanaut dan kecamatan sekitarnya.
”Pekerjaan konstruksi masih menunggu survei lokasi lahan. Kalau sudah selesai mengambil sampel tanah, akan dilanjutkan penentuan jenis konstruksi yang digunakan. Termasuk yang saat ini sedang kami lakukan adalah lobi ke masyarakat terkait pembebasan lahan untuk pendirian tower," kata Sesen, Kamis (3/10).
Untuk memperluas jaringan listrik bertegangan 20 Kv di Kecamatan Pulau Hanaut, PLN telah merencanakan akan membangun pendirian empat tower yaitu tower 1 akan dibangun di Desa Bagendang Hilir, tower 2 dan 3 akan dibangun di Pulau Lepeh dan tower 4 akan dibangun di Desa Hanaut. Masing-masing tower setinggi 30 meter, memerlukan lahan seluas 15x15 meter.
”Kecamatan Pulau Hanaut itu terpisah oleh sungai, yang juga menjadi jalur perlintasan kapal, sehingga ombak laut terkadang begitu terasa. Dengan mempertimbangkan lebar sungai 1,5 km, perlu dibangun 4 tower," katanya.
Empat titik yang akan didirikan tower sebagian besar berada di atas tanah milik masyarakat. Warga meminta ganti rugi lahan, meski lahan yang digunakan untuk tower juga diperuntukkan untuk menyuplai tenaga listrik untuk kepentingan masyarakat banyak.
”Secara aturan, perluasan jaringan 20 Kv tidak ada sebenarnya istilahnya ganti rugi lahan. Kalau ganti rugi lahan itu berlaku apabila dibangun tower jaringan listrik transmisi 150 Kv dengan bentangan panjang," ujarnya.
Karena itu, Sesen mengharapkan dukungan dan kerjasama dari Pemkab Kotim. Khususnya pemerintah desa dan kecamatan untuk menyukseskan perluasan jaringan listrik baru di Kecamatan Pulau Hanaut.
”Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati, camat, dan kades setempat. Kalau sampai ini gagal dibangun, saya tidak tahu lagi kapan tower ini akan dibangun. Kami sudah berjuang untuk mengusulkan anggaran ke pusat dan sudah terlaksana prosesnya. Karena itu, kamu perlu dukungan pemerintah desa agar tak ada kendala," katanya.
Sesen mengatakan, pembangunan empat tower memerlukan anggarannya besar dan proses pengusulannya telah melalui proses panjang.
”Terkait pembebasan lahan kami tidak ada mengganti rugi, yang ada hanya tali asih untuk pemilik tanah. Kalau pekerjaan pendirian tower ini dapat terlaksana, ini akan menjadi suatu kebanggaan bagi kami, sehingga apa yang kami perjuangkan selama ini tak menjadi sia-sia," ucap Sesen.
Apabila semua prosesnya berjalan lancar tanpa kendala, Sesen mengestimasikan tower akan dibangun tahun 2025.
”Mudah-mudahan tidak ada kendala dan prosesnya mendapat dukungan dari semua pihak terkait, kami perkirakan triwulan pertama tahun 2025 tower sudah bisa didirikan, sehingga beberapa jaringan listrik yang lama yang tertutup hutan akan dinonaktifkan," ujarnya.
Itu hanyalah salah satu tugas yang terpaksa ia tinggalkan karena mengemban amanah tugas baru di Palangka Raya.
”Masih banyak PR yang terpaksa saya tinggalkan, salah satunya pembangun tower di Pulau Lepeh ini yang cukup membuat kepikiean. Mudah-mudahan Pak Eridanus yang akan menggantikan saya nantinya bisa melanjutkannya," ujarnya.
Rencananya, Sesen akan mulai bertugas di UP3 Palangka Raya pada Senin (7/10). Sedangkan serah terima jabatan akan dilakukan di UP3 Pangkalan Bun dengan tanggal dan waktu yang masih belum dapat ditentukan.
”Pengganti saya saat ini masih cuti. Sementara saya sudah harus mulai bertugas Senin depan, sehingga sertijabnya belakangan nanti di UP3 Pangkalan Bun," ujarnya yang juga bersyukur dapat berkumpul bersama istri dan anak yang tinggal di Kota Palangka Raya.
Selama kurang lebih dua tahun bertugas sebagai Manager ULP PLN Sampit, Sesen dikenal dengan sosoknya yang ramah dan komunikatif, serta menjalin kerja sama yang baik dengan media, terutama Radar Sampit.
”Selama kurang lebih dua tahun saya bertugas di PLN ULP Sampit, hubungan antara PLN dengan media sangat kami jaga, baik dari sisi komunikasi maupun dari dukungan. Khususnya hubungan kami dengan media terbesar di Kota Sampit, yaitu Radar Sampit. Selama kami bertugas, berjalan dengan sangat baik," kata Sesen.
Begitu juga sebaliknya, lanjut Sesen, Radar Sampit mendukung PLN menyampaikan setiap informasi terbaru terkait kondisi kelistrikan secara komprehensif dan berdasarkan realita.
”Kami sangat berterima kasih atas komunikasi dan kerja sama yang terjalin baik selama ini. Radar Sampit selalu memverifikasi informasi sebelum dilakukan rilis. Sekali lagi, terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh manajemen dan kru Radar Sampit, semoga Radar Sampit semakin berkembang dan semakin sukses," kata Sesen saat silaturahmi yang diterima Direktur Radar Sampit Siti Fauziah.
Hal yang sama diungkapkan Fauziah. ”Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Baik dan selalu merespons berkaitan dengan urusan pekerjaan, pemberitaan, maupun urusan gangguan kelistrikan yang berkaitan dengan masyarakat," ujarnya.
Fauziah berharap jalinan komunikasi dapat terjalin baik, meskipun sudah tak lagi bertugas di Kota Sampit.
”Semoga Pak Sesen sukses berkarier di tempat dan jabatan yang baru dan semoga silaturahmi dan pertemanan yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus terjaga," katanya. (***/ign)
Editor : Slamet Harmoko