SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pers sebagai pilar keempat demokrasi berperan dalam meningkatkan kualitasi demokrasi dan menyukseskan Pilkada 2024. Keberadaan pers juga penting untuk menangkal penyebaran informasi bohong alias hoaks.
”Peran pers termasuk dalam pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Beberapa kewajiban pers salah satunya ikut menyukseskan pilkada," kata Siti Fauziah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim saat menjadi pemateri pada kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Kotim di Storia Cafe, Senin (30/9).
Mengawali materinya, Fauziah menjelaskan, pers merupakan media jurnalistik yang berbadan hukum. Berita yang dipublikasikan jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbeda halnya dengan media sosial yang dibuat akun perorangan, tidak berbadan hukim, dan terkadang informasi yang disampaikan ke publik melalui unggahan belum bisa dipertanggungjawabkan.
”Dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang, berita sudah menjadi makanan sehari-hari. Inilah kenapa saya ingatkan di awal, bahwa ada produk yang dibuat pers atau perusahaan media dan ada produk medsos yang dikelola oleh akun perorangan," ujarnya.
Fauziah juga mendorong terwujudnya produk jurnalis yang berkualitas, akurat, dan berimbang. Di sisi lain, pers bersifat dinamis.
Meskipun harus bersikap netral, perusahaan media pers juga menjalankan peran bisnis media.
”Pada masa kampanye saat ini, perusahaan media digunakan sebagai sarana kampanye, selain debat paslon yang diadakan KPU Kotim nantinya," ujarnya.
Kontestan pilkada, lanjutnya, dapat memanfaatkan publikasi berita kampanye yang telah diatur KPU Kotim selama 14 hari. Terhitung 10-23 November 2024.
”Melalui publikasi berita di media massa, pers bisa berperan sebagai sarana edukasi yang baik dalam pemberitaan," ujarnya.
Kehadiran pers, tegas Fauziah, sangat diperlukan sebagai salah satu pilar demokrasi. Terutama dalam mencegah informasi bohong.
Baca Juga: Dua Remaja Diduga Pelaku Balap Liar Tabrakan
”Hendaknya peran pers konsisten berpihak kepada kebenaran dan keadilan, serta memberikan pemahaman kepada publik untuk memberitakan isu penting tentang Pilkada 2024," katanya. (hgn/ign)
Editor : Slamet Harmoko