PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kerugian akibat insiden kebakaran yang melanda Gereja Maranatha dan SMP Kristen Palangka Raya, Kalteng mencapai sekitar Rp3 miliar.
Perkara itu masih ditangani Polresta Palangka Raya yang telah memeriksa sejumlah saksi.
Senin (30/9) nanti, tim Labor Mabes Polri dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.
Jika ditemukan adanya dugaan kelalaian atau unsur lain, maka kepolisian akan melakukan proses lanjut.
Namun jika kebakaran karena korsleting listrik, maka perkara itu selesai.
”Kami belum bisa mengungkap secara rinci penyebab kebakaran. Kami masih koordinasi dengan tim labfor forensik Polda Jatim,” kata Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny Mathius Nababan, Jumat (27/9).
Ronny menuturkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya dua pendeta, dua penjaga gereja, pihak sekolah, dan tiga guru.
”Untuk barang bukti, ada yang diamankan dari gereja maupun sekolah,” katanya.
Ronny mengungkapkan, api diduga berasal dari mimbar gereja. Namun, itu masih dugaan sementara sampai labfor mengungkap secara rinci penyebab kebakaran.
Keterangan itu berbeda dengan pemberitaan sebelumnya yang berdasarkan pernyataan saksi, yakni api berasal dari plafon belakang gereja.
”Kita tunggu saja kedatangan labfor. Kami akan sampaikan secara detail jika sudah ada hasilnya,” katanya.
Lebih lanjut Ronny mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan masing-masing, sehingga kejadian tidak terulang.
Terutama terkait kelistrikan. Pihaknya juga akan mengintensifkan patroli. (daq/ign)
Editor : Slamet Harmoko