Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kecelakaan Maut di Pangkalan Banteng, Pengendara Scoopy Tewas Setelah Dihajar Granmax di Tengah Jalan

Slamet Harmoko • Senin, 16 September 2024 | 13:48 WIB
TEWAS DI TEMPAT: Warga saat mengevakuasi Rizky Dwi Setia Utama (21) korban kecelekaan dari parit setelah tabrakan dengan granmax yang dikemudikan Nurdin Santosa (24), Senin (16/9/2024)
TEWAS DI TEMPAT: Warga saat mengevakuasi Rizky Dwi Setia Utama (21) korban kecelekaan dari parit setelah tabrakan dengan granmax yang dikemudikan Nurdin Santosa (24), Senin (16/9/2024)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 68 antara Desa Amin Jaya - Sungai Pakit, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (16/9/2024) siang.

Kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor matik jenis Scoopy warna hitam tanpa nopol dan mobil granmax jenis blindvan warna putih bernopol BE 8914 YC.

Satu korban tewas Rizky Dwi Setia Utama (21) di tempat kejadian. Korban merupakan pengendara sepeda motor scoopy dan mengalami sejumlah luka dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. 

Informasi dihimpun kecelakaan terjadi ketika korban yang merupakan warga Desa Batu Agung, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan melaju dari arah Amin Jaya (Sampit).

Saat itu mobil granmax putih yang dikemudikan oleh Nurdin Santosa (24) melaju dari arah Karang Mulya (Pangkalan Bun).

Sopir mobil angkutan barang ini diketahui berdomisili di Kabupaten Kotawaringin Barat, namun secara kependudukan merupakan warga Gunung Raya, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Saat di TKP, mobil granmax putih diduga ingin mendahului kendaraan di depannya, sehingga mengambil jalur sisi kanan. Namun, saat bersamaan melaju korban dari arah sebaliknya. Tabrakan tak terhindarkan.

Dua kendaraan bertabrakan, mobil terkena bagian depan di sisi kiri dan ringsek hingga ban depan meletus.

Sedangkan sepeda motor scoopy yang dikendarai korban hancur tak berbentuk akibat kuatnya benturan.

Tak hanya itu, korban langsung terpental sekitar 3 meter dari titik benturan dan masuk ke parit jalan dan meninggal di tempat.

Warga sempat kesulitan mengevakuasi korban karena parit cukup dalam dan korban berada di bawah pipa saluran air dan kabel fiber optik.

"Saya dengar suara benturan cukup keras dan langsung lari ke jalan, motor korban sudah hancur di tengah jalan. Mobil putih ini langsung minggir, warga lainnya langsung mencari korban. Saya hampiri mobil dan mengamankan kunci mobil, kuatir kabur," ungkap Supri, salah satu pekerja bangunan yang lokasinya tak jauh dari TKP.

Mobil Granmax yang terlibat kecelakaan maut di Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (16/9/2024)
Mobil Granmax yang terlibat kecelakaan maut di Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (16/9/2024)

Hal serupa juga diungkapkan Heri, pemilik warung di dekat TKP itu menyebut bahwa suara benturan cukup keras.

"Warga langsung keluar rumah semua, sempat bingung mencari korban di mana, ternyata terlempar ke parit," katanya.

Kapolsek Pangkalan Banteng AKP M Fachrurrazi melalui KSPKT Polsek Pangkalan Banteng, Aiptu Hartoyo mengatakan bahwa korban meninggal di lokasi kejadian dan sementara ini masih di UGD Puskesmas Karang Mulya.

"Kami masih mencari keluarga korban, untuk identitas sudah diketahui. Selanjutnya kasus ini akan ditangani Satlantas Polres Kobar," katanya. (sla)

 

 

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#lampung tengah #granmax #kecelakaan pangkalan banteng #Kapolsek Pangkalan Banteng AKP M Fachrurrazi #Aiptu Hartoyo #Pangkalan Bun #KSPKT Polsek Pangkalan Banteng #scoopy #kalteng #pangkalan banteng #kecelakaan