SAMPIT – Warga yang gemar berolahraga di seputaran Taman Kota Sampit diberi kemerdekaan untuk menyalurkan aktivitasnya tanpa gangguan polusi dan kendaraan, Minggu (15/9).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur resmi mengaktifkan kembali Car Free Day (CFD) atau hari bebas berkendara di taman kota.
Selain memberi ruang lebih luas pada warga untuk berolahraga, kegiatan itu juga sekaligus membantu usaha warga melalui dagangan kuliner. Ratusan pedagang terlihat memenuhi sejumlah sudut kawasan tersebut.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, CFD yang kembali digelar di kawasan Taman Kota Sampit merupakan bagian dari uji coba. Juga dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional.
”Kami uji coba CFD dengan menutup jalan, supaya tidak ada kendaraan yang mondar-mandir saat masyarakat berolahraga di kawasan ini. Selain berisiko bagi masyarakat yang berolahraga dan pengguna kendaraan, juga kelihatan tidak bagus," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah daerah mulai melakukan penataan terhadap para pedagang. Meskipun di awal sempat terjadi kesalahpahaman, yakni pedagang menyangka mereka tidak diperbolehkan berjualan di kawasan tersebut.
”Pedagang mengira tidak boleh berjualan. Justru di sini, di samping ingin masyarakat sehat dengan CFD, kami juga ingin tumbuhkan ekonomi di sini," tegasnya.
Dia menekankan, CFD di Taman Kota Sampit tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi dari informasi yang diterimanya, ada sekitar 500 pedagang yang berjualan di kawasan CFD.
”Semoga minggu depan bisa ramai seperti ini. Kalau misalnya mulai sepi, kita bisa adakan event, buat doorprize, biar CFD di Taman Kota Sampit ramai," katanya.
Halikinnor menambahkan, CFD masih dalam tahap uji coba dan akan terus dievaluasi. Di sisi lain, jalur ke Taman Kota Sampit bagi pengendara, dialihkan ke jalur alternatif lain. Dia yakin masyarakat juga memahami kondisi itu.
”Semua diuntungkan kalau kita sehat. Pedagang kaki lima atau UMKM bisa tumbuh dan berkembang. Makanya, saya mohon dimaklumi oleh masyarakat sampai pukul 08.30 WIB ditutup dulu, tapi hari Minggu saja, hanya Klinik Terapung ini yang kita buka. Jangan menutup akses, karena itu tempat perawatan tempat pengobatan," katanya.
Dalam uji coba CFD yang baru dimulai kemarin, Halikinnor meminta SOPD terkait sambil mempelajari apabila ada kekurangan dari konsep CFD yang digelar di Taman Kota Sampit.
”Saya minta dengan uji coba CFD hari ini, saya minta OPD terkait sambil mempelajari, apakah sudah sesuai atau ada konsep yang lebih bagus lagi. Kan bisa saja kita berinovasi setelah berjalan. Kalau belum dicoba, kita belum tahu di mana kelemahannya, akan kita lakukan evaluasi terus oleh SOPD terkait," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Halikinnor juga berinteraksi dengan pedagang dan mengapresiasi antusiasme mereka berjualan di CFD. Dia juga mengingatkan pedagang serta masyarakat agar tetap menjadi kebersihan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
”Para pedagang bersyukur sekali karena jualan mereka laris. Saya juga ingatkan para pedagang dan masyarakat agar sampah tidak dibuang sembarangan. Walaupun ada petugas kebersihan, mari kita sama-sama menjaga kebersihan di Taman Kota Sampit," katanya. (yn/ign)
Editor : Slamet Harmoko